Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PKS dan PDIP Punya Pemilih Setia Terbanyak

MICOM
02/1/2018 20:23
PKS dan PDIP Punya Pemilih Setia Terbanyak
(Ilustrasi)

MASYARAKAT Indonesia diketahui cenderung tidak setia kepada partai yang dipilihnya pada pemilu 2014. Hanya dua partai yakni PKS dan PDIP yang memiliki pemilih paling setia dibandingkan dengan partai lain.

Demikian salah satu poin penting dari hasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). "Pemilih Indonesia mudah berpindah hati dari satu partai ke partai lainnya. PKS mempunyai swing voters (pemilih gamang) terendah yang kemudian disusul PDIP," ujar Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan dalam presentasi survei nasional 'Tahun Politik: Kekuatan Partai dan Calon Presiden' di Jalan Cisadane, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Dia menuturkan, meski PKS memiliki swing voters terendah yakni 20 persen, namun partai tersebut belum mampu menarik pemilih baru.

Sedangkan PDIP yang memiliki swing voters 23 persen, mampu menarik pemilih baru dalam jumlah yang lebih besar dibanding pemilih yang pergi. "Sehingga suara PDIP sekarang naik sangat signifikan dibandingkan hasil Pemilu 2014 lalu," sambung Djayadi.

Partai dengan swing voters terbanyak yakni Demokrat (51 persen), disusul PAN (50 persen), PPP dan Hanura (masing-masing 47 persen), Gerindra (45 persen), dan Golkar (38 persen).

Djayadi menambahkan, dari hasil survei, total swing voters pada 2017 naik 38,4 persen jika dibandingkan dengan Pemilu 2014. Para swing voters ini dinilai dapat berpindah hati ke partai mana saja.

"Jumlah yang cukup bisa memengaruhi partai-partai. Namun, dengan durasi setengah tahun ke depan, masih banyak kemungkinan yang terjadi," tutur Djayadi.

Karena itu, menurut Djayadi, partai-partai yang akan bertarung di tahun politik mendatang harus menunjukkan performa yang baik untuk mendapatkan perhatian dan suara dari para swing voters.

"Pemilih di Indonesia itu terbuka, bisa dibujuk oleh partai lain. Jadi, bergantung performa partai untuk mendapatkan suara, apalagi swing voters. Perlu upaya lebih keras untuk menarik swing voters," imbuh dia.

SMRC melakukan survei nasional dengan metode penarikan secara multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden. Responden merupakan warga Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum yakni berumur 17 tahun atau lebih.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung. Tingkat kepercayaan pada survei 95 persen dengan margin of error sebesar 3,1 persen.(Medcom/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya