Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Hadapi Poros Lain, Partai Pendukung Emil Mesti Solid

Astri Novaria
28/12/2017 20:15
Hadapi Poros Lain, Partai Pendukung Emil Mesti Solid
(MI/M. Irfan)

HINGGA saat ini belum ada kesepakatan yang bulat dari partai-partai pendukung Ridwan Kamil terkait calon wakil gubernur Jawa Barat yang akan mendampingi Wali Kota Bandung yang akrab disapa Emil tersebut.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani kepada Media Indonesia, Kamis (8/12). Arsul menyebut, partainya tetap mendorong kader Uu Ruzhanul Ulum menjadi pendamping Emil.

Ia menyebutkan, dari dua partai lain pendukung Emil, hanya NasDem yang legowo Uu mendampingi Emil. Sementara itu, sambung dia, PKB merasa keberatan karena ikut menyodorkan nama kader sebagai cawagub Jabar, yakni Wasekjen PKB Maman Imanulhaq.

"Untuk Kang Uu memang NasDem tidak mempersoalkannya. Yang masih berkeberatan teman-teman PKB," kata Arsul.

Meski mengupayakan Uu, PPP mengaku tak mempersoalkan jika Emil menggandeng sosok lain sebagai cawagub. Emil diharapkan mengumumkan calon wakil gubernur sebelum tahap pendaftaraan pasangan calon kepala daerah oleh KPU pada 8 Januari 2018.

"Artinya PPP masih tetap mengusung Kang Emil, hanya soal cawagubnya saja memang yang terus diupayakan. Kan masih ada waktu sampai 10 hari ke depan," tegasnya.

Pihaknya juga mengajak PKB dan NasDem kompak untuk menandingi poros-poros yang baru terbentuk di Pilgub Jabar. Sebut saja, poros Gerindra, PKS, dan PAN yang mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu serta poros Golkar dan Demokrat yang berencana menduetkan Dedi Mulyadi dengan Deddy Mizwar.

"Dengan akan dideklarasikan pasangan duo DM, Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar maka memang kemudian pilihannya bagi PPP, PKB, dan NasDem harus kompak mempertahankan usungannya Kang Emil dan menyepakati siapa cawagubnya," pungkasnya.

Sementara itu, Wasekjen PKB Jazilul Fawaid juga berharap cawagub pendamping Emil bisa segera disepakati. Hal ini menurutnya perlu dilakukan guna mengantisipasi pecahnya koalisi pendukung Emil yang kini diisi PKB, PPP dan NasDem.

Terlebih, sambung dia, bila PDIP masuk koalisi dan hendak ikut menawarkan nama kader menjadi cawagub Emil. "Nanti PDIP yang masuk, semua partai keluar malah masalah kan," ujarnya.

Untuk itu, Jazilul berharap, tiga partai pendukung Emil untuk tetap kompak sekaligus mencermati dinamika politik yang terjadi di Pilgub Jabar. Tujuannya agar bisa memenangkan persaingan.

Ia menambahkan, sejak awal PKB menawarkan nama Maman Imanulhaq dan Syaiful Huda menjadi cawagub Emil. Pihaknya tak mempersoalkan jika nama Maman dan Huda harus diuji elektabilitasnya berdasarkan survei dan kajian. Sayangnya, hasil survei hingga saat ini belum disampaikan.

PKB, lanjut Jazilul, akan menarik dukungan jika masalah cawagub Emil tidak mendapatkan titik terang. "PKB juga bisa menarik dukungan jika nanti pembicaraan atau solusi tidak win win solution, utamanya terkait dengan posisi di cawagubnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil merupakan calon yang pertama kali diusung oleh Partai NasDem. Dukungan terhadap Ridwan Kamil dilakukan NasDem tanpa mahar, juga tak menitipkan kader mereka sebagai calon wakilnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya