Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kalla Keberatan Dengan Putusan Pencabutan Dukungan Kepada Ridwan Kamil

Rudy Polycarpus
19/12/2017 21:03
Kalla Keberatan Dengan Putusan Pencabutan Dukungan Kepada Ridwan Kamil
(ANTARA)

PENCABUTAN rekomendasi Partai Golkar bagi calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikhawatirkan bisa berdampak buruk bagi citra partai berlambang Beringin itu.

"Kalau suka mengubah-ubah, nanti kalau Golkar mengeluarkan rekomendasi tidak akan dianggap, lagi," ujar Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (19/12).

Pasalnya, sambung Kalla, kredibilitas dan konsistensi penting bagi eksistensi Golkar. Apalagi, setelah ada kepemimpinan baru. Oleh karenanya, Golkar jangan mengubah-ubah kebijakan seenaknya.

"Kalau mau mencabut rekomendasi, ya harus dengan alasan yang betul-betul baik. Apalagi, jika sudah ada komitmen sebelumnya. Lama-lama surat Wapres ubah lagi, ubah lagi. Itu tidak kredibel namanya," tandas Kalla.

Sebelumnya, DPP Partai Golkar mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Alasannya, Ridwan Kamil mengabaikan batas waktu yang ditentukan DPP Golkar untuk mengajukan wakilnya.

Ridwan hingga kini belum juga menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya sebagai wakil gubernur.

Sementara, pengamat politik Hanta Yudha berpendapat beralihnya dukungan terhadap Ridwan disebabkan dinamika di tubuh kepengurusan baru Golkar. Hal ini dikaitkan dengan peta kompetisi di Pilkada Jabar yang melibatkan salah satu kader Golkar yakni Dedi Mulyadi.

"Dedi sebagai ketua DPD I sebagai salah satu motor digelarnya munaslub yang bisa diartikan pendukung Airlangga. Tapi nanti kita lihat dinamika setelah munaslub saat Airlangga sudah definitif," tandasnya.

Saat ini, Dedi diusung PDI-P dalam Pilgub Jabar. PDIP dan Golkar merupakan dua partai terbesar di Jawa Barat. PDIP memiliki 20 kursi di DPRD, sementara Golkar 17 kursi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya