Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Menyedihkan Ketika Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK

Dero Iqbal Mahendra
12/12/2017 14:19
Menyedihkan Ketika Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK
(MI/Panca Syurkani)

MANTAN Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii menyampaikan kegalauannya terkait sikap dari elite partai politik terhadap eksistensi KPK. Eksistensi KPK sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"KPK sebagai anak kandung reformasi memang paling disorot dengan kinerja 14 tahun yang sudah cukup banyak hasilnya. Tetapi yang agak menyedihkan itu elite politik tidak kompak mendukung KPK, padahal UU nya dulu dibuat di DPR bersama dengan pemerintah," terang Buya Syafii dalam talk show dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Jakarta, Selasa (12/12).

Bahkan menurut dia saat ini ada kesan bahwa para partai politik tidak bahagia dengan kehadiran KPK. Padahal tanpa KPK bisa jadi negeri runtuh sebagai mana yang dialami VOC dimasa lalu.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyatakan meski dia pendukung KPK, namun dirinya tetap memberikan kritik bagi lembaga antiraswah tersebut. Menurut Buya Safii KPK masih lambat dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka.

Dengan korupsi sebagai kejahatan yang luar biasa maka menurutnya dibutuhkan upaya yang luar biasa juga untuk memberantasnya. Karenanya menurut Buya Syafii KPK harus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.

Dalam kesempatan yang sama panitia memutarkan video pesan dari Penyidik KPK Novel Baswedan tertanggal Senin (11/12) terkait peringatan hari korupsi dunia. Dalam video tersebut Novel menyatakan keprihatinannya terkait masih maraknya korupsi di segala bidang.

"Ini perlu perhatian kita semua. Bahkan belakangan ini kita melihat korupsi fight back terjadi dimana mana," terang Novel.

Dirinya mengimbau kepada seluruh aparat penegak hukum untuk terus menegakkan hukum dan memberantas korupsi. Bagitu juga masyarakat diharapkan terus berpartisipasi aktif dalam melaporkan setiap kegiatan korupsi yang mereka ketahui.

"Kita bekerja untuk negara, untuk kepentjngan bangsa. Sehingga kita patut untuk menjaga harga diri, kita patut untuk menjaga kemuliaan untuk tidak terlibat dalam korupsi. Dengan begitu dalam peringatan hari anti korupsi ini kita bisa dengan tegas dengan lantang menyatakan setiap korupsi kita akan lawan dan tetap lawan, tidak bisa dibiarkan," pungkas Novel. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya