Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TONGKAT komando Panglima TNI resmi berpindah tangan dari Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Tjahjanto. Estafet kepemimpinan tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta pagi ini, Sabtu (9/12).
Dalam amanatnya, kedua perwira tinggi militer tersebut senada bahwa menjelang tahun politik pada Pilkada 2018 serta Pemilu 2019 seluruh prajurit harus menjaga netralitas dan soliditas. TNI memastikan akan membantu Polri dalam mengamankan pesta demokrasi di Tanah Air.
"Memasuki tahun politik, pesta demokrasi memberikan warna yang beragam yang bernuansa akan terjadinya konflik, TNI harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah. Komitmen TNI memberikan perbantuan kepada Polri dalam pengamanan, senantiasa harus mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Hadi.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi TNI ke depan tidaklah mudah. Prajurit ditekankan bisa membaca semua potensi ancaman dengan cerdas dan kemudian harus menerjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi. Dewasa ini diameter konflik tidak lagi menjadi simetris, melainkan bersifat asimetris, proxy, dan hibrida.
Beberapa potensi ancaman yang perlu dicermati, antara lain dampak tantangan dunia baru, terorisme, kebangkitan Tiongkok dengan slogan China charm offensive, kerawanan di laut perbatasan, ilegal fishing, serta penyeludupan barang, manusia, senjata, dan narkoba yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Menurutnya, seluruh prajurit TNI harus bertekad untuk membangun tentara yang profesional, disiplin, militan, dan rendah hati. Semua parameter itu menjadi sebuah keniscayaan bahwa TNI bakal hebat di segala medan tugas, termasuk menghasilkan kemanunggalan yang kuat dan sinergitas.
"Untuk itu, selaku penerus kepemimpinan dan atas nama segenap prajurit dan ASN TNI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Jenderal Gatot Nurmantyo atas segala pemikiran dan usaha untuk menjadikan TNI lebih maju, handal, profesional, solid, dan dicintai oleh rakyat," kata Hadi.
Gatot menambahkan, pergantian jabatan Panglima TNI tidak bisa dinilai hanya sebatas berlangsungnya regenerasi secara sehat di tubuh TNI, namun perlu dimaknai sebagai cerminan dari suatu perubahan yang berkelanjutan.
Lulusan Akademi Militer Tahun 1982, itu menegaskan bahwa sebuah perubahan harus terus berjalan di dalam dinamika organisasi. Tujuannya agar organisasi tersebut mampu menghadapi dinamika lingkungan strategis yang bergerak cepat dan kemunculan pelbagai tantangan tugas yang semakin kompleks dan tidak ringan.
"Sebagai prajurit yang telah bertugas di jajaran TNI selama lebih dari 36 tahun, saya meyakini Marsekal Hadi Tjahjanto dengan kapasitas, pengalaman, dan wawasan yang dimiliki akan mampu memimpin organisasi ini menuju terwujudnya TNI sebagaimana menjadi harapan bangsa dan negara."
Jelang tahun politik yang akan banyak mewarnai kehidupan bangsa, imbuh dia, seluruh prajurit diingatkan untuk teguh memegang prinsip netralitas serta berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Kedua hal itu dinilai bakal mampu menjamin efektifitas pelaksanaan tugas dan menjadi penyangga utama tegak kokohnya NKRI.
"Saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama mengutamakan dan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana diisyaratkan Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang harus terus dijaga agar tetap utuh dan senantiasa terekat kuat dalam bingkai NKRI," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved