Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

NasDem dan Muhammadiyah Bahas Kaderisasi

Putra Ananda
06/12/2017 17:02
NasDem dan Muhammadiyah Bahas Kaderisasi
(Ketua Bidang ESDA & Mineral Partai NasDem Zulfan Lindan (dua kiri) diterima Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Moqoddas---MI/Ramdani)

BEBERAPA Pengurus DPP Partai NasDem yang terdiri dari Sekretaris Jendral DPP bidang Internal dan Kesekretariatan Siar Anggretta Siagian, Ketua DPP bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Irma Suryani Chaniago, serta Ketua DPP bidang Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Zulfan Lindan, pada Rabu (6/12) siang secara khusus mengunjungi kantor Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

Zulfan menjelaskan, alasan kedatangan NasDem ke Muhammadiyah adalah untuk melaksanakan agenda rutin NasDem yaitu bersilahturahim antara partai politik (parpol) dengan organisasi masyarakat (ormas). Menurut Zulfan, kedekatan NasDem dengan Muhammadiyah sudah ada sejak awal berdirinya Partai NasDem.

"Ini adalah silahturahim rutin NasDem dengan Muhammadiyah yang memang sejak dulu sudah dekat dengan NasDem," ungkap Zulfan.

Pertemuan antara kedua institusi ini berjalan dengan cair. Salah satu isu yang mencuat dalam pertemuan singkat itu ialah mengenai proses kaderisasi dalam tubuh parpol. Zulfan memuji kader-kader Muhammadiyah selaku ormas Islam terbesar yang sudah ada di Indonesia sejak 1912.

"Muhammadiyah ini sumber kader, banyak profesor, doktor, apalagi S1 yang berasal dari Muhammadiyah. Dengan berbagai pengalaman itu kita memerlukan kader Muhammadiyah untuk bisa bergabung dengan NasDem," jelas Zulfan.

Dikatakan oleh Zulfan, NasDem menyadari bahwa sebagai parpol yang masih baru di pemerintahan, NasDem tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari banyak pihak khususnya organisasi kemasayarakatan. Diperlukan sinergi untuk membangun kebersamaan dan melakukan perbaikan-perbaikan persoalan bangsa.

"Untuk melakukan suatu kebaikan kepada bangsa, kita harus mengajak banyak pihak termasuk kekuatan-kekuatan yang ada di masyarkat. Parpol tidak bisa berjalan sendiri, saya yakin Muhammadiyah juga mempunyai pemikiran yang sama seperti itu," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, pada kesempatan yang sama, Busyro Muqoddas menekankan bahwa Muhammadiyah selalu memandang parpol sebagai pilar demokrasi. Dia pun sepakat bahwa kaderisasi di tubuh parpol merupakan hal yang sangat penting. Keberhasilan kader-kader Muhammadiyah tidak terlepas dari proses kaderisasi panjang yang telah dilakukan Muhammadiyah sejak hadir di Tanah Air.

"Muhammadiyah punya pengalaman untuk mengisi sektor-sektor di luar atau di dalam pemerintahan yang masih perlu adanya perbaikan, untuk itu bila membutuhkan kader maka kami siap," jelasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya