Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Dewan Etik Mahkamah Konstitusi akan meminta keterangan Ketua MK Arief Hidayat pada Kamis (7/12). Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya pemberitaan di media massa dimana Arief diduga melakukan lobi-lobi ke fraksi-fraksi yang ada di DPR agar bisa terpilih kembali sebagai hakim konstitusi.
"Kami mengadakan rapat dan kami mengagendakan untuk segera berjumpa dengan Bapak Ketua MK, besok pagi (7/12). Mudah-mudahan bisa terlaksana. Setelah itu kami mengetahui bagaimana duduk perkaranya," kata Anggota Dewan Etik MK Salahuddin Wahid kepada wartawan, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (6/12).
Sementara Dewan Etik baru akan memproses apakah ada dugaan pelanggaran kode etik terhadap Arief, DPR pun tengah melangsungkan uji kelayakan dan kepatutan kepada Arief. Menanggapi itu, Salahuddin mengatakan bahwa pihaknya tidak berwenang untuk mencampuri apa yang sedang berlangsung di DPR.
Menurutnya, keputusan DPR tersebut tidak akan memengaruhi apa yang sedang didalami oleh Dewan Etik terhadap Arief. "Justru keputusan dewan etik itu lah yang akan mempengaruhi hasil dari keputusan DPR terhadap diperpanjang atau tidaknya (Arief), bukan sebaliknya. Keputusan dewan etik lah yang akan memengaruhi," ujarnya.
Ketua Dewan Etik Mahkamah Konstitusi Achmad Roestandi menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa mencampuri apa yang sedang berproses di DPR. Tugas dewan etik, sambungnya, adalah memeriksa apakah hakim konstitusi melanggar kode etik atau tidak.
Terkait akan adanya laporan dugaan pelanggaran kode etik Arief dari koalisi masyarakat selamatkan MK, Roestandi mengatakan bahwa itu akan menjadi bahan pertimbangan Dewan Etik. "Tentu itu laporan nanti akan diuji, siapapun yang diperlukan keterangan akan kita panggil sebagai saksi sehingga putusan itu tidak tergesa-gesa, tapi objektif dan transparan," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved