Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Titiek Soeharto Berniat Maju Jadi Caketum Golkar

LB. Ciputri Hutabarat
05/12/2017 16:28
Titiek Soeharto Berniat Maju Jadi Caketum Golkar
(ANTARA)

WAKIL Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Titiek Soeharto berniat maju menjadi calon Ketua Umum DPP Partai Golkar. Alasannya maju, lantaran prihatin karena nasib Partai Golkar.

"Kondisi saat ini yang kayak sudah di bawah sekali, jadi saya tergerak untuk mungkin bisa membawa Golkar menjadi lebih baik lagi," kata Titiek di Gedung DPR, Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Titiek menjelaskan bakal berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I dan tingkat II. Dengan niat itu, Titiek berharap agar ada perubahan di kepemimpinan Golkar.

"Rating Golkar bukan naik tapi malah tambah turun, turun, turun. Kalau mengambil orang yang tidak pas, dikhawatirkan bisa tambah turun lagi di 2019," jelas dia.

Titiek tak menjelaskan dirinya mendapat dukungan dari berapa suara DPD. Dia hanya menjelaskan bahw dukungan yang iya dapat berasal dari Tuhan semata.

"Dukungannya dari Allah dan dari rakyat semuanya. Di Indonesia ini things can happens, sesuatu bisa saja terjadi, pada last minutes. Doakan saya mudah-mudahan bisa ikut memperbaiki Golkar," tutup dia.

Dalam penjelasan terpisah, Pelaksanatugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan bakal bertemu dengan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Pertemuannya akan membahas soal isu pengunduran diri Novanto dari jabatan Ketua Umum.

"Kasih kesempatan kepada kami mencoba melihat kemungkinan itu. Kalau saya ketemu dengan bung Setnov saya akan bicarakan aspirasi yang berkembang," kata Idrus di Gedung DPR, Jakarta Selatan, Selasa (5/12).

Idrus menjelaskan, sejauh ini dirinya belum bisa menemui Novanto karena keterbatasan waktu. Hanya orang terdekat Novanto yang bisa mengunjungi tersangka kasus korupsi KTP elektornik tersebut.

"Yang boleh berkunjung adalah Penasihat Hukum Fredrich, Otto dan Makdir. Kemudian keluarga terbatas pada istri saja," terang dia.

Ketua Umum Golkar dapat diganti di Munaslub setelah praperadilan Novanto digelar. Sementara kasus Novanto sudah pada tahap P21 yang secara tak langsung menggugurkan praperadilan.

Melihat hal ini, Idurs tak ingin berspekulasi. "Kalau berandai-andai kan susah. Partai Golkar tetap pada koridor," tegas dia.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya