Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Dasco menyebutkan MKD sebelumnya menerima laporan soal dugaan melanggar sumpah janji jabatan oleh Novanto. Pihaknya telah memverifikasi kepada pelapor. "Kami cek lagi ke sekjen di Tata Tertib bagaimana? Lalu dengan Pimpinan DPR kami tanya apakah yang dimaksud pelapor, verifikasi dengan Pak Novanto kemarin bagaimana? Sesuai dengan aturan dan mekanisme. Kami akan tanya juga mekanisme internal pimpinan bagaimana, apakah itu megganggu, apakah itu melanggar, kami akan tanya," ujar Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/12).
Sementara itu, Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding membenarkan MKD mengagendakan pemeriksaan dan konfirmasi keterangan Novanto kepada pihak Kesetjenan DPR. Dia mengatakan banyak hal yang perlu dimintai keterangan, terutama terkait keterangan Novanto banyak disampaikan kepada MKD ketika mengunjungi di Rutan KPK. Keterangan Novanto itu yang akan diverifikasi kepada Kesekjenan DPR agar diperoleh keterangan yang komprehensif.
"Termasuk katakanlah pada saat Pak Novanto pada hari minggunya berada di DPR sempat shalat magrib, lalu ke Metro TV, lalu kecelakaan," tuturnya.
Sudding mengatakan, setelah MKD meminta keterangan kesekjenan dan Pimpinan DPR, kemungkinan pihaknya akan mengambil satu kesimpulan kalau sudah tidak ada lagi hal yang perlu di dalami dari keterangan pihak-pihak terkait.
"Ya kemungkinan kita akan mengambil satu kesimpulan. Kalau memang sudah tidak ada lagi hal yang perlu didalami dari keterangan-keterangan pihak Kesetjenan dan pihak terkait," ungkapnya.
Adapun, Novanto menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi e-KTP di Kemendagri. Mantan Bendahara Umum Partai Golkar ini dijerat setelah lepas dari kasus yang sama lewat sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, September lalu.
MKD memberi saran buat Novanto untuk segera mundur dari jabatan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar. Saran diberikan lantaran Novanto sebelumnya meminta maaf kepada MKD dan mengaku segera mengambil sikap dalam waktu dekat.
"Pada saat MKD kemarin ke KPK, Beliau juga menyadari posisinya dan Beliau akan mengambil satu sikap dalam waktu dekat. Persoalan waktu dan kapannya kami belum tahu. Ketika Beliau sangat menyadari bahwa tugas-tugas penting yang memang tidak bisa diwakilkan kepada pimpinan yang lain dan supaya semua berjalan secara optimal, kinerja kedewanan. Saya kira Beliau sungguh sangat elegan ketika mengambil posisi untuk mundur," jelasnya.
Sudding mengatakan, MKD tidak akan menunggu pengunduran diri Novanto dari posisinya dan tetap akan melanjutkan proses yang sedang berjalan.
"Saya kira mudah-mudahan beliau akan mengambil satu sikap sebelum ada putusan MKD," pungkasnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menerangkan, pimpinan DPR sejauh ini belum membahas soal rencana pergantian Novanto dari Ketua DPR. Pimpinan, kata Taufik, bahkan belum pernah membahas nasib Novanto yang kini menjadi tahanan kasus dugaan korupsi. "Sampai saat ini kami belum bahas soal itu," kata Taufik. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved