Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Survei Orkestra Buktikan Kinerja Jokowi-JK Terus Membaik

Christian Dior Simbolon
03/12/2017 14:44
Survei Orkestra Buktikan Kinerja Jokowi-JK Terus Membaik
(Antara/Puspa Perwitasari)

KINERJA pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang terus membaik tidak hanya tercermin dari survei yang dilakukan Indo Baromater. Menurut survei yang dilakukan Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra), mayoritas publik merasa puas dengan kinerja Jokowi-JK di tahun ketiga pemerintahan mereka.

"Kalau dibandingkan survei kita (Orkestra) tahun lalu, terjadi kenaikan (kepuasan) hingga lebih dari 10%. Artinya pemerintahan Jokowi-JK semakin baik," ujar Ketua Orkestra Poempida Hidayatulloh saat memaparkan hasil survei di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Minggu (3/12).

Baca juga: Indo Barometer: 67,2 Persen Masyarakat Puas dengan Kepemimpinan Jokowi

Survei digelar pada periode 6 hingga 20 November 2017 dengan melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi di Tanah Air. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Dari 1.300 responden, sebanyak 52,1% menilai kinerja pemerintahan membaik dan 18,3% menilai kinerjanya memburuk. Angka ini naik dari hasil survei Orkestra yang merekam kepuasan publik sebesar 38,3%. Sebanyak 34,7% responden menjawab tidak tahu.

Menurut Poempida, cukup tingginya kepuasan publik terhadap pemerintah disebabkan sejumlah hal, semisal meratanya pembangunan infrastruktur (37%), hampir terpenuhinya janji-janji kampanye Jokowi-JK (11%), kepemimpinan bagus (7%) dan prorakyat (15%).

Di sisi lain, sebagian responden mengaku kecewa karena sejumlah faktor, di antaranya gerak pembangunan yang tidak sesuai dengan janji kampanye, kinerja ekonomi yang memburuk, dan hutang yang dipersepsikan semakin membengkak. "Tren negatif harus benar-benar jadi perhatian pemerintah," sambung Poempida.

Survei juga merekam tingkat elektabilitas capres. Pada skema top of mind, Jokowi masih unggul dengan dipilih 24,38% responden disusul kemudian oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (21,09%) dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (2,80%). Kandidat lainnya semisal Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan elektabilitasnya kurang dari 2,5%.

"Jika Jokowi mampu menjaga ritme, tidak tertutup kemunkinan akan terpilih untuk kedua kalinya pada Pemilu Presiden 2019 mendatang," ujar Poempida.

Sementara itu Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan, dengan elektabilitas yang hanya terpaut sekitar 3% dari Prabowo harus menjadi peringatan bagi Jokowi. Di sisa masa pemerintahan, Jokowi mesti mengebut memenuhi janji-janji politik yang hingga kini belum terealisasikan.

"Ini jadi warning bagi Jokowi bahwa ada poin-poin yang dinilai tidak sesuai dengan janji kampanye. Isu ini bisa jadi hangat dan panas, apalagi kalau ditambah dengan pertarungan media sosial lebih dahsyat," ujarnya.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai hasil survei tersebut menunjukkan belum ada tokoh-tokoh yang potensial menjadi kuda hitam di pentas capres. "Jadi hanya Jokowi dan Prabowo saja yang bakal bersaing ketat nanti," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya