Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Citra Parlemen semakin Terpuruk akibat Kasus Novanto

25/11/2017 14:12
Citra Parlemen semakin Terpuruk akibat Kasus Novanto
(Pengamat politik, Adi Prayitno. MI/ADAM DWI)

PENGAMAT politik, Adi Prayitno, mengatakan, ditahannya Ketua DPR Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e) membuat citra parlemen semakin terpuruk.

Apalagi, kata pengamat dari Universitas Islam Negeri Jakarta ini, sikap beberapa pimpinan DPR lainnya, seperti Fahri Hamzah, yang sangat anti terhadap komisi antirasywah, juga menambah buruk citra parlemen.

"Kasus ini membuat citra DPR makin terpuruk," kata Adi di Jakarta, melalui keterangannya, Sabtu (25/11).

Adapun cara memulihkan citra, kata dia, tidak lai. Adi hanya bisa dilakukan dengan pergantian pimpinan. Pergantian Setya Novanto bisa melalui revisi Undang-Undang MD3.

"Sekarang sedang masuk Prolegnas 2018. Jadi UU MD3 harus dikebut pembahasannya," ujarnya.

Menurut Adi, hal itu penting dilakukan, selain untuk mengembalikan citra DPR yang terpuruk, juga menjaga marwah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebab, dengan kasus ini, komitmen pemerintahan Jokowi terhadap pemberantasan korupsi turut tersandera.

Tidak hanya DPR, Partai Golkar juga kini tersandera dengan kasus sang ketua umumnya itu. Situasi yang terjadi saat ini, setidaknya akan berdampak pada citra Partai Golkar menjelang Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Presiden 2019 nanti.

Karena itu, tambah Adi, penting bagi Partai Golkar untuk melakukan pergantian ketua umum. Tentu saja, partai berlambang beringin itu harus segera menemukan pilihan calon ketua umum yang baru dan tepat.

Karena Novanto saat ini tersangka kasus korupsi KTP-e, Adi menilai, penting untuk memilih calon ketua umum yang memiliki rekam jejak bersih, tidak tersangkut kasus korupsi. Terlebih, ikut terseret namanya dalam kasus yang dialami Novanto.

Salah satu nama yang berkembang terakhir ini, dalam penilaian Adi, sosok Agus Gumiwang Kartasasmita, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR, menjadi salah satu pilihan terbaik untuk menggantikan Novanto, daripada nama-nama lain seperti Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, atau mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Kahar Mudzakir. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya