Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut bahwa Ketua DPR Setya Novanto pernah bertemu dua kali dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E). Pernyataan tersebut pun mendapat tanggapan dari Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi.
Johan mengaku tidak mengetahui pertemuan yang dimaksud oleh Fahri tersebut. "Saya tidak tahu yang dimaksud itu pertemuan yang mana. Beberapa kali kan memang ada acara di Istana, ada Pak Novanto sama Presiden juga. Nah apakah setelah itu ada pertemuan, saya tidak tahu," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (21/11).
Kendati demikian, Johan menegaskan bahwa sikap Jokowi terhadap kasus yang menyeret Ketua Umum Partai Golkar tersebut tidak berubah, yakni meminta Novanto untuk menghormati proses hukum. Presiden, sambungnya, tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
"Dia tidak intervensi, tidak ikut campur, karena itu domainnya hukum. Jadi tidak benar kalau presiden ikut campur dalam kaitan dengan apapun yang ada di KPK," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved