Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa seorang pemimpin atau komandan harus memiliki strategi matang ketika melaksanakan sebuah misi. Keberhasilan dalam pelbagai operasi merupakan milik prajurit, sementara kegagalan wajib menjadi tanggungjawab komandan.
Pernyataan Gatot disampaikan saat memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI dari Mayjen Hartomo kepada Mayjen Ilyas Alamsyah, Kepala Pusat Penerangan TNI dari Mayjen Wuryanto kepada Brigjen M Sabrar Fadhilah, serta Kapusjaspermildas TNI dari Brigjen Dedi Kusmayadi kepada Kolonel Inf Sapriadi, di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Selasa (21/11).
Menurut dia, seorang pemimpin dituntut mampu memengaruhi dan mengajak anak buahnya untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan tugas pokok. Hal itu bisa terealisasi apabila ada kesamaan visi serta menyatukan hati dan pikiran antara pemimpin dan pasukannya.
"Para perwira tinggi hendaknya dapat mempraktikkan dan mewujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan kerja. Jadilah pemimpin yang disegani sekaligus dicintai," ujar Gatot.
Sebagai contoh, lanjut dia, operasi pembebasan sandera sipil di Distrik Tembagapura, Papua, beberapa waktu lalu dan tanpa menimbulkan korban menegaskan bahwa adanya peran komandan dalam mengambil langkah-langkah terukur, tegas, dan profesional.
"Dengan perencanaan, pengorganisasian yang sangat teliti dan menggunakan psikologi media massa, serta gerakan pasukan yang senyap maka dalam waktu singkat dapat menyelesaikan tugas dan menyelamatkan para sandera."
Gatot pun bangga dan mengapresiasi keberhasilan pembebasan sandera yang dilakukan oleh 63 prajurit TNI. Walhasil, para prajurit yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera pun mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi, namun 5 perwira selaku komandan menyatakan bahwa keberhasilan operasi itu milik prajurit dan kegagalan adalah tanggungjawab komandan.
"Saya sangat bangga sekaligus terharu. Masih ada perwira-perwira yang mempunyai jati diri dan prinsip bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan tugas adalah keberhasilan anak buah. Tapi, bila gagal adalah tanggungjawabnya sebagai komandan," kata dia. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved