Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Muhammadiyah merayakan Milad ke-105 di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Jumat (18/11) malam. Mengambil tema 'Muhammadiyah Merekat Kebersamaan' terasa kontekstual dengan suasana batin masyarakat saat ini yang telah dirundung beberapa peristiwa yang hampir saja memecahbelah kebangsaan bila tidak dikelola secara cerdas.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan para pimpinan dan peserta milad Muhammadiyah datang dari Pusat dan Wilayah serta Amal Usaha sengaja memakai pakaian nasional dan daerah yang khas sebagai wujud simbolik dari kehendak merekat kebersamaan yang indah di tengah keragaman.
"Keragaman atau kemajemukan tidak menghalangi kita Hidup bersama secara damai, toleran, dan saling memajukan," kata Haedar.
Haedar menegaskan Muhammadiyah menyadari dan memahami betul bahwa Indonesia lahir, tumbuh, dan berkembang sebagai bangsa yang majemuk, Bhinneka Tunggal Ika.
Muhammadiyah ingin Indonesia tetap utuh sebagai bangsa majemuk yang menjunjung tinggi kebersamaan sebagaimana telah menjadi denyut-nadi sejarah dan perjuangan bangsa ini dalam lintas perjalanan yang panjang.
Dalam jejak perjalanan Indonesia menjadi sebuah bangsa terdapat mozaik kenegarawanan yang indah. Bahasa Melayu dipilih sebagai Bahasa Nasional, padahal berasal dari rumpun etnik minoritas. Nama Indonesia pun dipilih sebagai nama resmi kepulauan luas ini dari sederet nama-nama Dwipantara, Swarnadwipa, Insulinda, Melayunesia, dan Nusantara.
Putra-putri generasi bangsa menggelorakan Sumpah Pemuda 1928 untuk "Bertanah Air yang satu, berbangsa yang satu, dan berbahasa yang satu" yakni Indonesia.
Para pendiri bangsa saling berkorban demi Indonesia merdeka dan terwujudnya cita-cita Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan ber martabat. "Indonesia bukan sekadar nama, tetapi sebuah identitas diri yang mengandung pergulatan sejarah, politik, ideologi, dan budaya yang penuh warna menuju cita-cita Indonesia merdeka," kata Haedar.
Mendagri, Tjahjo Kumolo yang hadir pada acara itu mengatakan, Muhammadiyah sebagai bagian dari Indonesia ingin memajukan Indonesia, juga merawat Islam di Indonesia. "Umat Islam harus melindungi yang minoritas, tapi minoritas juga harus menghargai, ini adalah salah satu wujud bukti Muhammadiyah yang merekat Kebersamaan," kata dia. "Muhammadiyah dan bangsa ini harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita perbuat."
Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian menekankan pada pentingnya kesolidan untuk menghadapi persaingan global saat ini. "Yang kita lihat bahwa NKRI masih bisa berdiri ini adalah karunia Allah yang juga peran dari para rakyat salah satunya Muhammadiyah juga," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi pandamgan visioner pendiri Muhammadiyah yakni 3 Dharma Muhammadiyah sehingga bisa bertahan selama 105 tahun dan diterima oleh lapisan masyarakat, melalui program program yang dekat dengan masyarakat dan bangsa ini.
Muhammadiyah Award
Sejarah juga mencatat, peran Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dalam berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah sangat besar. Sultan Hamengku Buwono VII waktu itu memberi rekomendasi sehingga Muhammadiyah mendapatkan 'Recht Persoon' dari Pemerintah Hindia Belanda.
Atas jasa tersebut, Muhammadiyah memberi penghargaan Muhammadiyah Award kepada Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X dalam milad Muhammadiyah ke-105 di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Jumat (17/11) malam. Selain Sultan HB X, Profesor Mitsuo Nakamura (peneliti asal Jepang) dan H. Roemani juga memperoleh penghargaan tersebut.
Sri Sultan dalam sambutannya menyampaikan, Muhammadiyah, sejak kelahiran sampai sekarang, menunjukkan kedekatan dengan Kraton.
Oleh sebab itu, penghargaan yang diterimanya pun dinilai penghargaan untuk HB ke-VII sampai dengan HB X. Penghargaan yang diterima sebagai momentum pengingat untuk terus mempererat hubungan Muhammadiyah dengan Kraton demi mewujudkan kepentingan rakyat. Selain itu, Sri Sultan HB X berharap, Muhammadiyah bisa terus melebarkan sayap dakwahnya, melintas zaman untuk kepentingan umat. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved