Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kapolri: KKB di Papua Miliki Fisik Tangguh

MICOM
16/11/2017 21:20
Kapolri: KKB di Papua Miliki Fisik Tangguh
(MI/MOHAMAD IRFAN)

ANGGOTA kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua diakui menguasai medan dan memiliki kekuatan fisik yang tangguh. Tidak menutup kemungkinan Polri/TNI akan bertindak tegas dalam menghadapi kelompok tersebut.

"Mereka menguasai medan, fisik mereka terbiasa di ketinggian juga. Itu ketinggian kan hampir 2.000 mdpl mungkin, cukup berat di sana," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/11).

Tito menambahkan jumlah pasukan TNI dan Polri yang ditugaskan untuk mengamankan lokasi penyanderaan dinilai sudah mencukupi. Menurut dia, situasi yang terjadi di Kampung dan Kimbely, Distrik Tembagapura tersebut layak disebut sebagai penyanderaan.

"Katanya tidak disandera, tetapi apa istilahnya untuk menggantikan situasi dimana masyarakat tidak boleh keluar dari situ dengan ancaman. Cuma bedanya tidak diikat tangan kakinya, sama saja dalam bahasa hukum itu namanya penyanderaan, perampasan kemerdekaan, tidak memperbolehkan orang lain untuk melakukan mobilitas sebebas-bebasnya, sekeinginan dia, sekehendak dia. Itu namanya perampasan kemerdekaan," kata Kapolri.

Dalam usaha untuk mengakhiri situasi tersebut, Satgas gabungan Polri-TNI berusaha sekuat tenaga untuk melakukan langkah persuasif. Satgas terus berusaha agar penyanderaan dapat berakhir tanpa ada korban dari pihak manapun.

Meskipun demikian, Polri akan melakukan tindakan tegas jika segala langkah persuasif tidak berhasil. "Kalau cara persuasif tidak bisa dilakukan dan buntu, maka tidak mungkin akan kami diamkan. Negara tidak boleh kalah," katanya.

Namun Kapolri mengingatkan tindakan tegas dapat menimbulkan risiko yaitu jatuhnya korban. Meskipun demikian jika hal tersebut jadi dilakukan, pihaknya akan berusaha memperkecil jumlah korban.

Untuk diketahui, sebanyak 1.300 orang warga sipil dijadikan sandera oleh KKB di sekitar Kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Hingga saat ini polisi telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror di Tembagapura, Mimika.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya