Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RAIBNYA Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat hendak dijemput paksa dari kediamannya di Jakarta oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tidak patuh hukum dengan membangkang panggilan pemeriksaan lembaga antirasuah itu mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.
Diantaranya Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI ) Boyamin Saiman yang perhatiannya disampaikan dengan cara membuka sayembara berhadiah uang Rp 10 juta bagi masyarakat yang bisa memberikan informasi valid tentang keberadaan Novanto, tersangka korupsi kasus KTP elektronik yang merugikan negara sekitar Rp2,3 triliun itu. Novanto sendiri saat ini buron dan dalam pengejaran petugas KPK.
" Sebagaimana diketahui, KPK semalam melakukan upaya penangkapan terhadap Setya Novanto di rumahnya, namun yang bersangkutan ternyata tidak diketemukan sampai saat ini. Karena itu saya Boyamin bin Saiman selaku koordinator MAKI membuat sayembara. Barang siapa saja yang dapat memberikan informasi valid keberadaan Setya Novanto kepada KPK atau kepolisian atau aparat penegak hukum lainnya, sehingga KPK dapat menangkap, saya akan memberikan hadiah kepadanya Rp 10 juta," ujar dia, Kamis (16/11).
Terkait uang sayembara, Boyamin mengaku sudah menyiapkan dalam rekening khusus berikut surat khuasa kepada yang berhak menerima hadiah. Rekening itu, mulai Jumat (17/11) akan diumumkan kepada khalayak untuk diberikan kesempatan kepada pihak lain, untuk menambahnya.
" Jika rekening tersebut bertambah berapa pun akan menjadi hak penerima hadiah. Pengumuman ini sekaligus bukti valid untuk mengajukan klaim tanpa syarat apa pun bagi orang yang berhak menerima hadiah. Dan hadiah ini hanya berlaku bagi satu orang atau satu kelompok yang memang informasinya valid dan menjadikan KPK dapat menangkap Setya," imbuh dia.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved