Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jalan Kaki hanya Tiga Kilo, Biasa Saja

06/10/2017 07:26
Jalan Kaki hanya Tiga Kilo, Biasa Saja
(ANTARA/SETPRES/AGUS SUPARTO)

WAJAHNYA terlihat penuh peluh setelah beberapa lama berjalan kaki dengan setelan lengkap menuju panggung kehormatan di lokasi upacara HUT Ke-72 TNI di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, kemarin. Presiden Joko Widodo terpaksa berjalan kaki karena jalan menuju lokasi penuh sesak oleh masyarakat yang ingin menyaksikan upacara dan atraksi prajurit TNI.

Presiden dan rombongan berangkat dari Hotel Aston, Pantai Anyer, sejak pukul 06.50 WIB. Namun, 10 menit sebelum upacara dimulai pukul 08.00, iring-iringan kendaraan rombongan Kepala Negara masih tersendat bersama ratusan kendaraan bermotor lainnya. Padahal, jarak menuju lokasi masih lebih dari 2 kilometer lagi.

Masyarakat terkejut ketika tiba-tiba melihat Presiden keluar dari mobilnya dan hadir berjalan kaki di tengah-tengah mereka. Paspampres langsung sigap dengan spontanitas ala mantan Wali Kota Solo itu dan membentuk barikade pengaman.

Sepanjang perjalanan sekitar 35 menit itu, Masyarakat memanggil-manggil nama Jokowi yang dibalas dengan senyum dan lambaian tangan Presiden. Aksi spontan Presiden juga diikuti Menteri Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Teten sempat membuka jas hitamnya karena panas mentari mulai menyengat.

Di tengah perjalanan yang masih menyisakan genangan sisa hujan semalam, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang juga terjebak kemacetan muncul dan turut mendampingi Presiden.

Sekitar 300 meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang sudah lebih dulu tiba, menyusul Presiden. Ia didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto. Mereka berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara dan tiba sekitar pukul 08.35.

Sebagai tuan rumah acara, ucapan maaf kepada Presiden yang terjebak macet sempat disematkan Gatot dalam pidatonya. “Beliau tidak mau pakai mobil lagi karena kasihan lihat masyarakat di jalan. Jadi, ikut jalan ramai-ramai. Terpaksa saya yang duluan sampai di sini dengan kepala staf, ngejar beliau sama-sama,” papar Panglima TNI, seusai acara.

Ketika ditanya awak media di sela peresmian pembangunan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap di Serang, Banten, dengan gaya santai Presiden menganggap aksinya sebagai olahraga. “Untuk olahraga pagi lah, jadinya basah kuyup. Hanya 3 kilometer kami biasa, 15 atau 20 kilo juga tak apa-apa,” ujar Presiden sembari tertawa ringan.

Jokowi mengakui opsi berjalan kaki diambil karena kepadatan jalan tidak kunjung terurai. “Enggak bisa (jalan) tadi. Motor enggak bisa jalan juga. Kalau ada alternatif motor, pilih motor dong saya. Enggak capek,” ujarnya semringah. (Rudy Polycarpus/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya