Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyimpulkan peluang Joko Widodo untuk menang dalam Pemilihan Presiden 2019 terbuka luas mengalahkan pesaing terberatnya, Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menyebutkan dalam wawancara dengan 1.057 responden yang diberi kebebasan memilih (top of mind), sebanyak 38,9% responden mengaku bakal memilih Jokowi, disusul Prabowo Subianto (12,0%), dan nama lainnya memperoleh 2%.
“Sebanyak 2% perolehan dukungan itu, termasuk nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Anis Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, Agus Harimurti Yudhoyono, dan beberapa nama lainnya,” terang Djayadi, kemarin.
Pada skema head to head (menghadirkan dua nama), Jokowi dipilih 57,2% responden, sedangkan Prabowo didukung 31,8%. “Kalau tidak terjadi hal-hal yang luar biasa, peluang Jokowi memenangi pemilu sangat besar.”
Menurut dia, ke depan elektabilitas Jokowi masih akan terus meningkat ketimbang Prabowo. Itu disebabkan Jokowi masih menjabat presiden dan program-program Jokowi di pemerintahan dinilai positif oleh masyarakat.
Survei yang dilakukan 3-10 September 2017 itu juga mencatat kepuasan publik atas kinerja Presiden juga cenderung menguat. Selain kinerja di bidang ekonomi, publik juga mengapresiasi keberhasilan dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional selama tiga tahun terakhir. “Kepuasan atas kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya konsisten dengan penilaian warga atas kondisi ekonomi dan penanggulangan berbagai masalah penting oleh pemerintah,” ujar Djayadi.
Wasekjen DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menilai hasil survei yang dirilis SMRC relevan dengan kondisi saat ini. Menurut dia, Jokowi mampu memenuhi sebagian besar janji politiknya ketika berkampanye dulu. (Deo/TB/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved