Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TNI Setia kepada Pemerintah

Rudy Polycarpus
06/10/2017 06:51
TNI Setia kepada Pemerintah
(PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO)

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan TNI ­untuk setia kepada negara, bangsa, dan pemerintah yang sah. Bak gayung bersambut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun menegaskan kesetiaan itu.

Saat menjadi inspektur upaca-ra HUT ke-72 TNI di Dermaga Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, kemarin, Presiden menukil pernyataan Panglima Besar Jenderal Soedirman bahwa lo-yalitas TNI ialah untuk kepentingan negara. Politik TNI ialah mengutamakan negara dan loyalitas tentara untuk kepentingan bangsa.

Loyalitas bagi kepentingan bangsa dan negara, kata Jokowi, berarti kesetiaan memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga kesatuan NKRI, dan setia kepada pemerintahan yang sah.

“Politik dan loyalitas berarti kesetiaan berjuang untuk rakyat, setia kepada pemerintah yang sah. TNI adalah milik nasional yang ada di semua golongan, yang tidak terkotak-kotak,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Dia pun menekankan agar TNI selalu menjaga netralitas dalam berpolitik, menjaga stabilitas politik dan keamanan, termasuk membangun kepercayaan internasional kepada Indonesia.

“Untuk itu, perlu sinergi seluruh institusi untuk memperlihatkan Indonesia yang solid. Kita harus memberikan pesan Indonesia negara stabil. Sinergi TNI dengan institusi lain dan dengan seluruh anak bangsa mutlak wajib dijaga dan ditingkatkan,” tegas Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga berterima kasih atas kese-tiaan TNI kepada NKRI selama ini. “Saya bangga dan terkesima mendengarkan sumpah prajurit. Sumpah Saudara-Saudara untuk setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Fondasi itulah yang patut diteladani oleh seluruh rakyat Indonesia.”

Jenderal Gatot menegaskan TNI akan selalu setia kepada NKRI yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila. Dia tekankan pula bahwa politik TNI ialah politik negara, yakni politik yang diabdikan bagi tegak kukuhnya NKRI yang di dalamnya terangkum ketaatan pada hukum dan sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apa pun.

TNI, imbuh Panglima, akan selalu taat pada atasan yakni Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai konstitusi. “Sekali lagi jangan ragukan kesetiaan TNI,” tandas Gatot yang dinilai melakukan sejumlah manuver politik akhir-akhir ini.

Agenda presiden
Secara terpisah, pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan TNI tidak boleh mempunyai agenda sendiri, selain menyukseskan agenda presiden. “Penting bagi TNI agar betul-betul menjaga etika bernegara karena TNI itu berada di bawah presiden menurut konstitusi. Jadi mereka tidak boleh punya agenda sendiri, dia harus menyukseskan agenda presiden.”

Kalau kemudian TNI digunakan presiden untuk menguntungkan dirinya, terang Refly, itu akan menjadi urusan DPR yang mempunyai fungsi pengawasan. Di situlah check and balances harus diterapkan.

Peringatan HUT ke-72 TNI berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari warga. Presiden Jokowi bahkan harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer untuk mencapai mimbar kehormatan karena terhambat kemacetan lalu lintas.

Bertindak sebagai komandan upacara ialah Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. HUT TNI kali ini juga diramaikan dengan sosiodrama mengenai Jenderal Soedirman.

Ribuan prajurit TNI dari tiga matra pun mempertontonkan beragam keterampilan. Berbagai alat utama sistem persenjataan darat, laut, dan udara juga dipamerkan serta unjuk kemampuan. (Nur/Nov/X-8)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya