Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DI era yang serbaterbuka seperti saat ini, pemahaman mengenai Pancasila amat dibutuhkan, terutama bagi generasi muda. Pemahaman tersebut untuk menangkal nilai-nilai asing termasuk komunisme, radikalisme, dan terorisme, yang bisa merusak kesatuan bangsa.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengemukakan itu saat ditemui seusai Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, kemarin.
Menurut Hidayat, sosialisasi nilai-nilai Pancasila perlu terus digenjot agar masyarakat bisa memahami fondasi yang menjadi dasar negara.
Masyarakat, sambungnya, harus mengetahui sejarah berdirinya Republik, pembentukan Pancasila, arti Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan makna Bhinneka Tunggal Ika.
Hidayat menilai penetrasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat masih kurang akibat derasnya ideologi asing seperti komunisme, liberalisme, radikalisme, dan terorisme. “Kita berharap masyarakat yang hadir bisa menjadi duta-duta untuk terus menyebarkan pemahaman yang baik dan benar tentang Pancasila,” ucapnya.
Hidayat juga menyoroti tingginya ketidakpuasan masyarakat yang bisa mengendurkan keyakinan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Hal itu tecermin dari tingginya kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan miskin. Terlebih, sambung politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, masalah moral masih menjadi problem. “Itu semua membuat Pancasila tidak mudah untuk diyakinkan kepada generasi muda.”
Karena itu, ia mengatakan perlunya keteladanan para elite politik dan penyelenggara negara di level pusat dan daerah. Jika elite bisa menjadi teladan, ia meyakini Pancasila bakal bisa diamalkan secara efektif.
Di Yogyakarta, saat memberi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada, cendekiawan muslim Komaruddin Hidayat mengingatkan keberagaman merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia mampu hidup rukun dan bersatu meski hidup terpencar dalam ribuan pulau serta memiliki ragam suku adat dan budaya.
“Tidak mungkin hidup dalam rumah tanpa ikatan nasionalitas yakni Pancasila. Yang membuat kita bersatu karena memiliki cita-cita bersama sebagaimana yang tertera dalam Pancasila,” kata Komarudin. (Dhk/AT/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved