Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 ribu massa disebut bakal berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta Pusat, Rabu (6/9) besok. Aksi bertajuk 'Solidaritas Atas Tragedi Kemanusiaan di Rakhine, Myanmar'.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengaku sudah mengantongi surat pemberitahuan digelarnya aksi. Dalam surat, penganggung jawab kegiatan menaksir 10 ribu massa bakal berkumpul di depan Kedubes Myanmar.
"Sudah kami terima surat pemberitahuannya untuk aksi unjuk rasa besok," kata Argo di Jakarta, Selasa (5/9).
Argo memastikan, polisi sudah menyiapkan mekanisme pengamanan. Namun, ia enggan merinci berapa jumlah personel yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. "Ribuan personel sudah kita siapkan. Sifatnya situasional, jika diperlukan bisa ditambah lagi," ucap Argo.
Di tempat lain, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto meminta massa yang menggelar unjuk rasa tertib aturan. Aksi unjuk rasa jangan sampai melawan hukum atau mengganggu ketertiban umum. "Jangan melawan hukum, mengganggu pengendara lain, atau bertindak anarkis," ungkapnya.
Dalam selebaran yang beredar di media sosial, aksi unjuk rasa disebut bakal diikuti sejumlah elemen ormas. Antara lain Front Pembela Islam (FPI), Presedium Alumni 212, Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dan dan beberapa ormas lainnya.
Dalam aksi akan dibacakan sejumlah tuntutan massa antara lain meminta pemerintah mengusir Duta Besar Myanmar di Indonesia, menghentikan hubungan diplomatik dengan Myanmar, dan mengirim Pasukan Garuda ke Myanmar.
Aksi rencananya akan dimulai pukul 13.00 WIB. Panitia meminta massa kumpul di Bundaran HI, lalu bergerak menuju Kedubes Myanmar yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved