Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini menjabat Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP membantah kedekatan dirinya dengan terpidana sejumlah kasus korupsi yang melibatkan mantan bendahara Partai demokrat Muhammad Nazaruddin. Ia pun menepis tudingan ada pimpinan KPK yang main mata dengan Nazaruddin yang telah menyatakan kesediaannya menjadi wishtle blower untuk KPK, dalam penanganan kasus-kasus korupsi.
"Tidak benar ada orang dalam KPK, termasuk saya, yang menjaga agar kasus Nazaruddin aman. Dari mana kesimpulan itu?" ujar Johan saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, tadi malam, Senin (24/7).
Tudingan bahwa Nazaruddin dekat dengan sejumlah pimpinan KPK dilontarkan Yulianis saat rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung DPR, Senin (24/7). Mantan anak buah Nazaruddin itu bahkan menyebut eks pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menerima uang Rp1 miliar dari Nazaruddin.
Johan menegaskan, saat menjabat sebagai salah satu pimpinan KPK, ia tidak pernah mengistimewakan Nazaruddin. KPK bahkan mengusut sejumlah kasus korupsi yang melibatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.
"KPK mengusut Nazaruddin tidak hanya satu kasus saja. Ada beberapa kasus yang diusut KPK terkait Nazaruddin. Bahkan, Nazaruddin juga sudah divonis bersalah dan dihukum penjara. Lantas, di mana logikanya menjaga Nazaruddin itu?" cetus Johan.
Sebelum menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan, Johan sempat didapuk menjadi pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK pada 2015. Johan menggantikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang diberhentikan sementara karena status mereka sebagai tersangka.
Dalam keterangannya di hadapan Pansus Angket KPK di Gedung DPR Senayan itu Yulianis juga mengatakan Nazaruddin tidak hanya dekat dengan para politisi tetapi juga para penegak hukum. Kedekatan dengan penegak hukum, misalnya dengan pimpinan KPK. Untuk kedekatannya itu, Nazaruddin disebut Yulianis pernah memberi uang Rp1 miliar kepada satu pimpinan KPK. Hal itu pernah dilaporkan ke KPK juga tetapi tidak pernah ditindak lanjuti.
Yulianis mengaku bosnya itu kenal hampir dengan semua pimpinan KPK, tidak hanya Adnan Pandu Praja saja. “Pak Nazarudin kenal dengan orang-orang KPK lain seperti Ade Raharja, Johan Budi, Chandra Hamzah Komisioner KPK. Itu waktu awal kasus, ini yang saya alami sendiri. Bukan hanya komisioner tetapi juga penyidik KPK Yurod Saleh,” ucap dia. Namun, semua pengakuan Yulianis ini belum dipastikan kebenarannya.(OL-3)
Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP membantah kedekatan dirinya dan terpidana sejumlah kasus korupsi Muhammad Nazaruddin. Ia pun menepis tudingan adanya pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang main mata dengan Nazaruddin.
"Tidak benar ada orang dalam KPK, termasuk saya, yang menjaga agar kasus Nazaruddin aman. Dari mana kesimpulan itu?" ujar Johan saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
Tudingan bahwa Nazaruddin dekat dengan sejumlah pimpinan KPK dilontarkan Yulianis saat rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung DPR. Mantan anak buah Nazaruddin itu bahkan menyebut eks pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menerima uang Rp1 miliar dari Nazaruddin.
Johan menegaskan, saat menjabat sebagai salah satu pimpinan KPK, ia tidak pernah mengistimewakan Nazaruddin. KPK bahkan mengusut sejumlh kasus korupsi yang melibatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu.
"KPK mengusut Nazaruddin tidak hanya satu kasus saja. Ada beberapa kasus yang diusut KPK terkait Nazaruddin. Bahkan, Nazaruddin juga sudah divonis bersalah dan dihukum penjara. Lantas, di mana logikanya menjaga Nazaruddin itu?" cetus Johan.
Sebelum menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan, Johan sempat didapuk menjadi pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK pada 2015. Johan menggantikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang diberhentikan sementara karena status mereka sebagai tersangka. (Deo)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved