Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

PAN Sebut Kemungkinan Bikin Poros Baru di Pemilu 2019

Astri Novaria
24/7/2017 20:07
PAN Sebut Kemungkinan Bikin Poros Baru di Pemilu 2019
(MI/MOHAMAD IRFAN)

POSISI politik Partai Amanat Nasional (PAN) paska sidang paripurna RUU Penyelenggaraan Pemilu pada Kamis (20/7) semakin terlihat menggantung. Sikap PAN yang walk out pada saat pemungutan suara sebagai sinyal tidak mendukung pemerintah menjadikan PDIP sebagai partai pemerintah berang.

PDIP pun secara terangan-terangan mendesak PAN yang juga menempat satu kadernya di pemerintahan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan Rebiro), untuk keluar dari partai koalisi pemerintah. Di sisi lain, Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amin Rais meminta Menpan Rebiro Asman Abnur untuk melepaskan jabatannya.

Ke depan PAN sepertinya harus realistis menghadapi tekanan politik seperti itu. Apalagi dalam rangka menyiapkan strategi Pilpres 2019.

Menurut Ketua DPP sekaligus Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto, sejauh ini partainya pun belum memutuskan akan ke siapa memberikan dukungannya dalam Pilpres 2019 mendatang. Pihaknya juga menyatakan tidak mau gegabah mengikuti partai lainnya yang buru-buru mendeklarasikan mendukung Joko Widodo untuk Pilpres 2019.

"Politik dinamis. Saya kira yang mendeklarasikan (dukung Jokowi) sekarang ini tidak ada jaminan mereka 2019 mendukung. Belum tentu juga. Masih ada sisa 1,5 tahun, akan banyak dinamika terjadi termasuk dari PAN," ujar Yandri, Senin (24/7).

Bicara soal siapa Capres dari PAN, Yandri mengaku bukan orang yang tepat berbicara mewakili PAN untuk menyampaikan hal ini. Menurutnya, saat ini masih terbuka peluang bagi siapapun untuk didukung oleh PAN, termasuk Jokowi maupun Prabowo.

Ia menyebut, dalam memutuskan siapa yang akan diusungnya dalam Pilpres 2019 pihaknya akan menggelar Rakernas terlebih dahulu pada Agustus 2017 mendatang. "Jadi bukan maunya Bang Zul atau Pak Amien. Kita harus meramu aspriasi dari bawah. Apakah itu Jokowi, Prabowo atau yang baru semua kemungkinan itu ada, asalkan syaratnya terpenuhi," tandasnya.

Yandri mengaku salah satu yang dibidik PAN saat ini adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurutnya, dilihat dari sisi kepemimpinannya, Gatot dianggap layak menjadi salah satu Capres 2019.

Namun menurutnya yang paling terpenting adalah jangan sampai Pemilu 2019 terjadi calon tunggal sehingga diharapkan ada kandidat lainnya yang bisa mencerahkan pesta demokrasi mendatang.

"Salah satu survei kepemimpinan selama ini kan dari militer, dari tingkat disiplinnya, cinta Tanah Air nya, kapasitasnya, semuanya saya kira sudah lengkap. Tidak perlu diragukan lagi. Kita terbuka saja. Tetapi PDIP kan sudah pasti Jokowi, mungkin begitu juga Hanura dan NasDem. Tapi saya ragu dengan PPP, PKB, Golkar kemungkinan bikin poros baru bisa juga. Politik itu kan dinamis," pungkasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya