Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSYAWARAH Kerja Nasional ke-II PPP akan menentukan nama calon presiden yang bakal diusung dalam Pemilu Presiden 2019, dengan mendengarkan pendapat 34 Dewan Pimpinan Wilayah.
Sekretaris Panitia Pengarah Mukernas Achmad Baidowi di Jakarta, Selasa (18/7) mengakui mendekati Pemilu 2019 maka dalam mukernas nanti juga akan dibahas capres yang akan diusung PPP. "Itu memang salah satu agenda mukernas sebagai perrsiapan Pemilu 2019 karena merupakan pemilu pertama yang digelar serentak antara Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres)," ujarnya.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PPP itu, mukernas akan mendengarkan sikap atau pandangan politik dari 34 DPW yang sebelumnya telah menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) ataupun Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil).
"Sejauh ini DPW sudah melakukan serap aspirasi terhadap konstituen dan masyarakat dibawah terkait siapa saja yang berpotensi menjadi capres," ujarnya. Selain itu Baidowi menjelaskan, Mukernas II juga membahas persiapan Pilkada serentak 2018 yang di beberapa daerah, PPP tampil sebagai pemenang Pileg.
Menurut dia, konsolidasi pilkada sekaligus pemanasan "mesin" politik partai menyongsong pemilu 2019 sangat dibutuhkan PPP. Baidowi menambahkan Mukernas PPP kali ini juga bersamaan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD se-Indonesia yang juga menghadirkan sejumlah menteri kabinet kerja sebagai pemateri.
Menurut dia, para pembicara yang akan hadir adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Nila Moelok, Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius.
"Selain itu kita juga mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, Ketum PP Muhammadiyah Haidar Nashir, dan pengusaha Chairul Tanjung," katanya.
Sebelumnya, PPP kubu Romahurmuziy ini menyatakan akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional kedua pada 19-22 Juli 2017, merupakan langkah persiapan menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.
"Kami melaksanakan mukernas ini antara lain konsolidasi organisasi dan membahas persiapan pemilu serentak 2019 dan pelaksanaan pilkada 2018," kata Ketua Panitia Pelaksana Mukernas, Iskandar D Syaikhu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/7).
Iskandar mengatakan dalam Mukernas tersebut tidak akan membahas mengenai konflik internal antara pihaknya dengan kubu Djan Faridz namun akan membahas isu-isu politik, ekonomi, hukum, kesejahteraan rakyat, seperti full day school, terorisme, pemberantasan narkoba.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved