Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Tiga Negara Padukan Strategi

Golda Eksa
20/6/2017 10:30
Tiga Negara Padukan Strategi
(ANTARA/ZABUR KARURU)

PERENCANAAN akurat dan terpadu di tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina, diperlukan untuk strategi menangkal Islamic State. Jangan sampai teror yang diusung IS merajalela seperti yang telah terjadi di Irak dan Suriah.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengemukakan hal itu di sela peresmian kegiatan Patroli Maritim Terkoordinasi Trilateral atau Trilateral Maritime Patrol Indomalphi, di atas Kapal TNI Angkatan Laut KRI dr Suharso-990, di Tarakan, Kalimantan Utara, kemarin.

Turut hadir Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Menteri Pertahanan Filipina Delvin N Lorenzana.

Menurut Ryamizard, IS sudah mulai mendirikan negara Islam di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. “Sebelum rencana besar tersebut dilakukan, kita harus mendahului kegiatan mereka dengan perencanaan yang akurat dan terpadu ke depan.”

Menhan mengaku prihatin pada kondisi di Marawi, Filipina. Indonesia akan mendukung semua tindakan dan langkah yang diambil militer Filipina dalam membasmi teror di Marawi. Saat ini terdapat 22 kelompok IS di Filipina, lima di antara mereka merupakan kelompok terkuat.

“Terorisme dengan alasan apa pun adalah musuh kita bersama, musuh kemanusiaan. Kita harus lawan dan hancurkan (terorisme). Aksi teror yang bersifat semakin dinamis dan lingkupnya makin luas membentuk aksi terorisme yang transnasional. Maka, perlu penanganan yang transnasional dan terkoordinasi,” ucap Ryamizard.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pun mengapresiasi Angkatan Bersenjata Filipina atau Armed Forces of the Philippines (AFP) atas kerja keras AFP dalam meredam teror IS di Marawi, Filipina. “Saya perlu mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi AFP yang mampu meredam teroris di Marawi dan membunuh 257 teroris,” imbuh Panglima TNI.

Waspadai pengungsi
Menurut Gatot, tindakan yang sudah dilakukan Filipina merupakan peringatan agar Indonesia dan Malaysia siap dalam menangkal IS yang diprediksi masuk ke kedua wilayah. Apalagi, lanjutnya, sel tidur IS sudah ada di RI dan Malaysia.

Oleh karena itu, Panglima TNI menekankan pentingnya kerja sama antarnegara demi mempermudah pertukaran informasi untuk mengantisipasi pergerakan IS.

Gatot Nurmantyo menyebut ada kemungkinan para anggota IS di Marawi meninggalkan wilayah tersebut dengan menyamar sebagai pengungsi.

Di tempat yang sama, Menhan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein mengapresiasi terlaksananya patroli maritim trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Fiipina. “Ini kegiatan yang luar biasa. Kita tidak yakin patroli bersama ini bisa terlaksana sebelumnya. Namun, karena ada keinginan yang kuat dari setiap negara, patroli maritim trilateral ini bisa diresmikan,” kata Hishammuddin.

Kerja sama ketiga negara, lanjut dia, membuktikan kemauan politik, kesungguhan, dan kepercayaan ketiga negara dalam memberantas musuh bersama, yakni IS. Diharapkan, kerja sama nanti bisa diperluas dengan menggandeng negara-negara sekawasan lainnya.

Dua negara, yakni Singapura dan Brunei Darussalam, turut mengirimkan delegasi untuk menyaksikan peresmian patroli bersama tersebut. (Ant/P-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya