Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kapolri Berkomitmen Ungkap Kasus Novel

Putri Anisa Yuliani
20/6/2017 07:15
Kapolri Berkomitmen Ungkap Kasus Novel
(MI/ROMMY PUJIANTO)

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menjanjikan Polri akan berupaya optimal mengungkap teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Bagi Polri, itu utang yang harus diselesaikan.

Dalam jumpa pers bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Tito mengatakan penanganan terhadap kasus teror seperti yang dialami Novel tidak mudah untuk diungkap. Namun, Tito memastikan akan mengerahkan sumber daya yang dimiliki guna pengungkapan kasus itu.

“Sekali lagi pengalaman kami di lapangan, pengalaman saya juga pribadi yang cukup banyak menangani kasus-kasus yang cukup menonjol, usaha kita 25% usaha manusia, tetapi 75% lagi itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa,” tutur Tito.

Sejauh ini sudah ada 56 saksi yang diperiksa polisi. Akan tetapi, keterangan saksi-saksi tersebut masih meragukan lantaran mereka tidak melihat kejadian secara langsung meski ada juga saksi yang penting, yaitu saksi yang melihat kejadian secara langsung.

Tito juga meminta Novel bisa memberikan bukti terkait dengan kecurigaan dugaan adanya keterlibatan jenderal polisi di balik teror. Polri pun siap untuk memproses.

“Kalau hal itu merupakan fakta hukum, dari Polri siap kami akan proses hukum. Kita akan melakukan penyelidikan dan kita pun akan terbuka untuk hal itu,” ujar Tito.

Namun, bila kecurigaan Novel tak berdasar, Polri menyesalkan pernyataan Novel kepada majalan Time. Hal itu disebabkan pernyataan tersebut bisa merusak citra Polri dan membuat renggang hubungan dengan KPK.

Menempel tim
Tito juga menawari KPK untuk menempel dalam tim guna mengusut kasus itu. “Berkaitan dengan langkah lanjut, saya sampaikan dari tim Polri menawarkan kepada KPK untuk membentuk tim. Kemudian kalau bisa mendekat atau menempel kepada tim Polri. Memang ini bukan tim gabungan, kalau gabungan itu tupoksi yang sama,” kata Tito.

Tujuan pembentukan tim tersebut ialah agar informasi dari Polri dan KPK dapat lebih terbuka. “Seandainya kita lebih terbuka dengan cara tim dari KPK bisa nempel, misalnya mengecek alibi orang-orang yang diduga dicurigai ada di dekat rumah Novel, cek alibinya,’’ imbuh Tito.

Hal itu disambut respons positif pimpinan KPK. “Kami juga penyelidik dan penyidik kasus korupsi, bukan pidana umum. Tawaran itu sangat baik, tetapi kami mengevaluasi dulu bantuan apa yang bisa diberikan KPK kepada Polri,” jelas Agus.

Menurut Agus, KPK hingga saat ini sudah memberikan banyak informasi yang dibutuhkan Polri termasuk dalam kasus Novel. Agus pun mengakui kasus yang pernah ditangani Novel menjadi pembicaraan saat rapat, termasuk kasus Novel yang di Bengkulu.

Soal pemeriksaan Novel di Singapura juga harus dikoordinasikan dengan dokter. “Keputusannnya bukan hanya dari KPK, kami bergantung pada dokter yang merawat.” (Deo/Gol/Ant/P-2)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya