Senin 05 Juni 2017, 19:24 WIB

KPK Duga Ada Pejabat Kemendes Lain Ikut Dalam Suap WTP

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
KPK Duga Ada Pejabat Kemendes Lain Ikut Dalam Suap WTP
 
PENGEMBANGAN kasus suap yang menyeret pejabat di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengindikasikan ada pejabat lain yang terlibat dalam kasus ini.

Kasus suap yang berkaitan dengan jual beli opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ini pun menggulirkan nama baru. Hari ini KPK memanggil Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tersebut.

Pemanggilan Anwar menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah untuk mengkonfirmasi sejumlah hal di antaranya proses audit laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun 2016 yang mendapat opini WTP dan disebut merupakan dari hasil suap kepada auditor BPK.

"Kan ada pemeriksaan keuangan Kemendes PDTT oleh BPK sejak Maret dilakukan (pemeriksaan), dan kita duga ada sejumlah pihak memang, tidak hanya satu orang, dari pihak Kemendes yang diduga mencoba mendekati auditor BPK," kata Febri di gedung KPK, Senin (5/6).

Tak hanya soal proses audit, KPK juga berupaya menggali informasi yang diketahui oleh Sekjen Kemendes PDTT terkait siapa saja yang berupaya menjadi perantara, turut berkomunikasi serta ikut melobi auditor terhadap proses audit tersebut.

"Apakah saksi mengetahui pihak-pihak tertentu yang mencoba melakukan pendekatan terhadap auditor KPK terkait dengan upaya mempengaruhi opini dari BPK untuk penilaian kepada Kemendes tersebut," tuturnya.

Untuk itu, KPK pun tak hanya merasa cukup menggali informasi dari sisi administrasi tetapi juga dari sisi prosedural. Dua hal tersebut didalami untuk mengetahui unsur mana yang diduga melawan hukum.(OL-3)

Baca Juga

Ist/DPR

DPR Minta Pemerintah Segera Terapkan PSBB

👤 Sri Utami 🕔Rabu 23 Juni 2021, 10:31 WIB
DPR pemerintah agar memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai zona...
Antara

Ditanya Soal Kasasi, JAM-Pidsus: Kenapa Sih yang Dikejar-kejar Pinangki?

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 09:50 WIB
JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Ali Mukartono heran banyak tersangka yang terseret dalam sengakrut tersebut, namun...
dok.mi

Praktisi Hukum nilai soal TWK Ranah BKN bukan KPK

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:20 WIB
PERMASALAHAN ke-75 pegawai KPK yang tak lolos TWK ada di Badan Kepegawaian Negara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya