Rabu 24 Mei 2017, 06:21 WIB

Sandiaga Mengetahui Proyek Alkes dan Wisma Atlet

Cah/X-5 | Politik dan Hukum
Sandiaga Mengetahui Proyek Alkes dan Wisma Atlet

Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno memasuki Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/5). Sandi diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah. -- MI/Rommy Pujianto

 

SANDIAGA Salahuddin Uno, mantan Komisaris PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah, mengaku mengetahui proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Khusus untuk Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, dan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menyangkal terlibat rasywah.

“Tidak pernah ada laporan spesifik mengenai kinerja proyek, tetapi hanya dilakukan sesuai dengan mekanisme grup sebagai perusahaan yang sudah go public,” ujar Sandi seusai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus proyek alkes Rumah Sakit Udayana, mantan Direktur ­Utama PT NKE, Dudung Purwadi, di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Sandi yang diperiksa sekitar 5 jam sejak pukul 09.55 WIB membantah dirinya terlibat langsung dalam dua proyek tersebut. “Saya yakin kinerja KPK, ini tidak ada hubungannya dengan politik apalagi dipolitisasi,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa saat dirinya menjadi komisaris, pelaksanaan dua proyek tersebut dilakukan lebih pada keputusan Direktur Utama Dudung Purwadi. Oleh karena itu, ia tidak mengetahui secara terperinci proses pelaksanaan dan ­keuntungan yang diperoleh meskipun menjadi atasan Dudung.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin. Dalam persidangan tindak pidana pencucian uang (TPPU), terdakwa Nazaruddin mengaku pernah bertemu Sandiaga yang ketika itu menjabat Komisaris PT NKE untuk membicarakan proyek.

Selain Nazaruddin, nama lain yang menyeret Sandi dalam pusaran dua kasus tersebut ialah Direktur PT Mahkota Negara, Marisi Matondang. Menurutnya, Sandi mengetahui proyek Rp16 miliar itu karena saat itu menjabat Komisaris PT NKE selaku pelaksana PT Mahkota Negara.

“Dia (Sandiaga) tentu tahu, tahu semua proyek ini,” kata Marisi yang masa pena-hanannya diperpanjang di Gedung KPK.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan bahwa dalam kedua proyek tersebut, negara dirugikan Rp50 miliar. “Posisi saksi (Sandiaga) sebagai Komisaris PT DGI (NKE). Penyidik mendalami sejauh mana saksi mengetahui proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan tersebut,” paparnya.

Febri menambahkan, penegakan hukum yang dilakukan KPK terhadap Sandiaga dalam kasus ini tidak terkait dengan politik. “Kita pisahkan proses politik dan hukum. Kita jalan di proses hukum saja.”

Sandiaga pun berjanji akan selalu kooperatif dalam pemeriksaan yang dilakukan KPK. “Ini saya memenuhi panggilan (kedua) KPK dan saya mengapresiasi kinerja KPK untuk penegakan hukum dan memastikan bahwa ke depan Indonesia akan bersih dari korupsi,” pungkasnya. (Cah/X-5)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Sebabkan Banjir, Anggota DPR RI Minta Illegal Logging Diberantas

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:29 WIB
Ia mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar untuk segera turun langsung memberantas illegal...
AFP

DPR Dorong Pemerintah Terjunkan Pasukan Perdamaian ke Palestina

👤Putra Ananda 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:11 WIB
Sukamta berharap pemerintah RI untuk sekuat tenaga bisa mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang...
Antara

Dedi Mulyadi Bingung atas Kebijakan Larangan Ziarah Kubur

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 15:56 WIB
Antara tempat wisata dan pemakaman itu, sebenarnya yang lebih berisiko menimbulkan kerumunan dan berdesakan hingga berpotensi menjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya