Selasa 23 Mei 2017, 22:17 WIB

Lewat Sandi KPK Telusuri Aliran Rp50 Miliar

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Lewat Sandi KPK Telusuri Aliran Rp50 Miliar

ANTARA

 

EKS Komisaris PT Nusa Konstruksi Enjineering (NKE) yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah, Sandiaga Salahuddin Uno diperiksa soal proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Khusus untuk Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali dan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang yang merugikan negara Rp50 miliar.

Sandi dibutuhkan keterangannya sebab posisinya sangat straregis dalam dua proyek tersebut.

"Dalam kasus pembangunan Wisma atlet dan RS Udayana hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap saksi Sandiaga Uno untuk tersangka DPW (Dudung Purwadi dalam dua proses penyidikan yang berjalan secara paralel," terang Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/5).

Menurutnya, KPK membutuhkan keterangan sandi selaku bekas komisaris di PT NKE atau Duta Graha Indah. Selain itu, pemeriksaan kali kedua Sandiaga ini untuk mendalami perusahaan tersebut yang tidak menutup kemungkinan terindikasi korupsi.

"Posisi saksi adalah sebagai komisaris PT. DGI (NKE). Penyidik mendalami sejauh mana saksi mengetahui proyek-proyek yang dikerjakan perusahaa tersebut termasuk relasi dengan sejumlah pihak yang pernah diproses oleh KPK sebelumnya. Kasus ini masih merupakan kelanjutan dari kasus lain yang pernah ditangani KPK, yaitu kasus terkait Nazaruddin dan Group Permai," paparnya.

Ia menyampaikan dari dua proyek yaitu alkes RS Universitas Hambalang dan Wisma Atlet saja, negara dirugikan Rp50 miliar. Dengan kerugian tersebut, KPK ingin menelusuri semua pihak terlibat didalamnya.

"Total indikasi kerugian negara untuk kedua kasus itu adalah sekitar Rp50 milyar. Dalam penyidikan dua kasus korupsi ini telah diperiksa sekitar 70 orang saksi," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara

DPR Sebut KPK tidak Bisa Asal Pecat Pegawai

👤Putra Ananda 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:14 WIB
Komisi III DPR RI akan menggelar rapat dengar pendapat dengan pimpinan KPK, untuk memperjelas status 75 pegawai yang gagal tes...
MI/Apul Iskandar

Sebabkan Banjir, Anggota DPR RI Minta Illegal Logging Diberantas

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:29 WIB
Ia mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar untuk segera turun langsung memberantas illegal...
AFP

DPR Dorong Pemerintah Terjunkan Pasukan Perdamaian ke Palestina

👤Putra Ananda 🕔Jumat 14 Mei 2021, 16:11 WIB
Sukamta berharap pemerintah RI untuk sekuat tenaga bisa mendorong PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya