WAKIL Ketua DPR RI Fadli Zon berharap koordinasi antara DPR dan pemerintah dapat lebih ditingkatkan tahun ini. Sinergi yang lemah membuat produktivitas legislasi tidak sesuai harapan.
"Terutama dalam kuantitas dan kualitas produk legislasi. Harus diakui target legislasi tak tercapai dan ini harus menjadi introspeksi bagi DPR dan juga pemerintah karena legislasi ialah produk kedua lembaga," ujar Fadli, Jumat (1/1).
Fadli mengaku turut prihatin atas berbagai kegaduhan politik yang terjadi sepanjang 2015. Menurut dia, dinamika politik memang dipengaruhi berbagai kepentingan, baik pribadi, kelompok, partai politik, maupun koalisi.
"Kita berharap dinamika politik di 2016 lebih stabil, substansial, dan untuk kepentingan rakyat," tuturnya.
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil juga berharap kinerja DPR di 2016 dapat ditingkatkan. Hal itu sebagai upaya perbaikan atas minimnya prestasi DPR di 2015.
"Terus terang pada 2015 DPR benar-benar bekerja di tahun politik yang sulit dan minim prestasi," ujar Nasir.
Perbaikan kinerja DPR harus lebih diutamakan agar lembaga tersebut mampu menghasilkan produk undang-undang yang berkualitas. Nasir menegaskan komitmen itu menjadi 'pekerjaan rumah' bagi semua anggota DPR untuk bisa diwujudkan.
"DPR harus lebih berfokus kepada upaya meningkatkan kinerja legislasi dengan menghasilkan undang-undang yang berkualitas dan mampu mengawasi pelaksanaan undang-undang yang dijalankan oleh pemerintah," kata Nasir.
Selain itu, Nasir berharap pimpinan baru DPR yang rencananya dilantik pada 11 Januari mendatang dapat melakukan komunikasi politik yang efektif. Tujuannya agar fungsi-fungsi DPR dapat berjalan tanpa menimbulkan kegaduhan. (Nov/Ant/P-1)