Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Bagaimana Keamanan Kendaraan Bekerja saat Terjadi Benturan Hebat?

Putri Rosmalia Octaviyani
03/2/2026 20:56
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Bagaimana Keamanan Kendaraan Bekerja saat Terjadi Benturan Hebat?
Mobil Jetour T2 yang terbakar usai kecelakaan di tol Jagorawi.(Dok. Antara)

KECELAKAAN hebat yang melibatkan unit Jetour T2 di Tol Jagorawi KM 31 pada Minggu (1/2/2026) memicu diskusi hangat mengenai standar keselamatan otomotif. Meski baru saja mengantongi skor 5 bintang dari ASEAN NCAP, insiden kebakaran Jetour tersebut menunjukkan betapa kompleksnya penanganan energi saat terjadi benturan kecepatan tinggi (high-speed collision).

Sistem Pemutus Bahan Bakar Otomatis (Inertia Switch)

Dalam standar keamanan global yang juga diterapkan pada Jetour T2, sistem bahan bakar dilengkapi dengan sensor inersia. Fungsi utamanya adalah mendeteksi benturan keras dan secara otomatis mematikan pompa bahan bakar (fuel pump). Mekanisme ini memastikan tidak ada bahan bakar yang terus dipompa keluar jika saluran bensin pecah akibat tabrakan.

Meskipun aliran bensin diputus, sisa bahan bakar yang sudah berada di jalur pipa atau kebocoran langsung dari tangki akibat robekan fisik tetap memiliki risiko terbakar jika terkena percikan api atau suhu ekstrem dari komponen mesin.

Keamanan Kelistrikan dan Risiko Short Circuit

Pada kendaraan modern, sistem kelistrikan dirancang untuk mengisolasi arus segera setelah airbag mengembang. Namun, pada kasus Jetour T2 di Jagorawi, pakar keselamatan dari ASEAN NCAP Technical Committee, Adrianto Sugiarto Wiyono, menyebutkan adanya kemungkinan hubungan pendek antar kutub baterai akibat benturan keras dengan aspal.

Struktur Bodi Baja Berkekuatan Tinggi

Secara konstruksi, Jetour T2 memiliki keunggulan pada penggunaan 80 persen High Strength Steel. Struktur ini dirancang untuk menjaga integritas kabin dan melindungi area vital seperti tangki bensin agar tidak mengalami deformasi parah. Rigiditas torsional sebesar 31.000 Nm/derajat seharusnya mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap komponen internal.

Fitur Keamanan Fungsi Saat Kecelakaan
Inertia Fuel Cut-off Mematikan pompa bensin otomatis saat benturan.
High-Strength Steel Cage Melindungi tangki dan baterai dari himpitan fisik.
Battery Disconnect Switch Memutus arus listrik utama untuk mencegah korsleting.

Pihak Jetour Indonesia saat ini tengah melakukan investigasi mendalam bersama pihak berwenang untuk memastikan apakah kebakaran dipicu oleh kerusakan mekanis pasca-benturan atau faktor eksternal lainnya. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa fitur keselamatan aktif dan pasif bekerja untuk meminimalisir risiko, namun tidak dapat menghilangkan seluruh potensi bahaya dalam kondisi kecelakaan ekstrem di jalan raya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya