Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Imbas PPN Beli Mobil Listrik Wajib Tambah Puluhan Juta, Berikut Update Harganya!

 Gana Buana
05/1/2026 20:28
Imbas PPN Beli Mobil Listrik Wajib Tambah Puluhan Juta, Berikut Update Harganya!
Harga mobil listrik alami kenaikan pada 2026.(Antara)

AWAL tahun 2026 menjadi momen yang mengejutkan bagi pasar otomotif Indonesia. Mulai 1 Januari 2026, konsumen dihadapkan pada realitas baru: harga mobil listrik (Electric Vehicle/EV) yang sebelumnya mendapat subsidi besar-besaran, kini mengalami koreksi harga signifikan.

Kenaikan ini tidak main-main, berkisar antara Rp20 juta hingga lebih dari Rp80 juta tergantung model dan varian. Bagi Anda yang berencana meminang kendaraan ramah lingkungan tahun ini, memahami struktur harga baru adalah hal krusial. Artikel ini akan membedah secara mendalam penyebab kenaikan tersebut, daftar estimasi harga terbaru, serta analisis apakah membeli mobil listrik di tahun 2026 masih menguntungkan secara finansial.

PPN 12% dan Hilangnya "Diskon" Negara

Kenaikan harga yang terjadi saat ini bukanlah keputusan sepihak dari produsen mobil, melainkan dampak langsung dari perubahan kebijakan fiskal negara. Ada dua faktor simultan yang memukul harga OTR mobil listrik di awal 2026:

  1. Berakhirnya PPnBM DTP10%: Selama beberapa tahun terakhir, pembeli mobil listrik dengan TKDN 40% (seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5) menikmati fasilitas PPnBM DTP. Konsumen hanya membayar PPN 1%, sementara 10% sisanya dibayar pemerintah. Per 2026, fasilitas ini tidak diperpanjang.
  2. Kenaikan Tarif PPN Menjadi 12%: Sesuai amanat UU HPP, tarif PPN reguler naik dari 11% menjadi 12%.

Simulasi Dampaknya:
Jika di tahun 2025 Anda membeli mobil seharga Rp300 juta (OTR), beban pajak Anda sangat minim. Namun di 2026, Anda harus menanggung beban PPN penuh sebesar 12%. Selisih sekitar 11% inilah yang menyebabkan lonjakan harga yang terasa seperti "naik puluhan juta" dalam semalam.

Tabel Estimasi Kenaikan Harga Mobil Listrik Populer (2026)

Berikut adalah proyeksi kenaikan harga pada beberapa model populer di Indonesia, dengan asumsi kenaikan beban pajak sebesar 11% dari harga dasar sebelumnya.

Model Kendaraan Harga Estimasi 2025 (Insentif) Estimasi Harga 2026 (Non-Insentif) Selisih Kenaikan
Wuling Air ev - Long Range Rp 275.000.000 ± Rp 305.250.000 + Rp 30,2 Juta
Wuling BinguoEV (410 km) Rp 372.000.000 ± Rp 412.900.000 + Rp 40,9 Juta
Hyundai Ioniq 5 (Signature Long) Rp 895.000.000 ± Rp 993.450.000 + Rp 98,4 Juta
BYD Atto 3 (Superior) Rp 515.000.000 ± Rp 571.650.000 + Rp 56,6 Juta
Chery Omoda E5 Rp 498.000.000 ± Rp 552.700.000 + Rp 54,7 Juta

*Catatan: Harga di atas adalah simulasi kasar berdasarkan persentase pajak. Harga resmi dapat berbeda tergantung kebijakan pricing strategy masing-masing APM (Agen Pemegang Merek) untuk meredam kejut harga.

Gap Analysis: Apa yang tidak Diceritakan Dealer pada Anda

Banyak artikel berita hanya fokus pada kenaikan harga, namun melupakan aspek Total Cost of Ownership (TCO) jangka panjang. Meski harga beli (acquisition cost) naik tajam, apakah mobil listrik menjadi investasi yang buruk di 2026? Belum tentu.

1. Faktor Nilai Jual Kembali (Resale Value)

Paradoksnya, kenaikan harga mobil baru justru menjadi kabar baik bagi pemilik mobil listrik lama. Dengan harga barunya yang makin mahal, depresiasi mobil listrik bekas tahun 2023-2025 akan tertahan. Pasar mobil bekas menjadi opsi menarik bagi pembeli yang 'kaget' dengan harga baru 2026.

2. Biaya Operasional Tetap Rendah

Meskipun Anda membayar lebih mahal di awal, penghematan operasional EV tidak berubah. Harga listrik per kWh masih jauh lebih murah dibandingkan BBM yang fluktuatif. Dalam hitungan 5 tahun pemakaian, selisih kenaikan harga Rp30-50 juta tersebut seringkali sudah break-even (balik modal) dari penghematan biaya bensin dan ganti oli.

Strategi Menyiasati Kenaikan Harga EV

Jika Anda tetap membutuhkan kendaraan listrik di tahun 2026 namun terhalang budget, pertimbangkan langkah berikut:

  • Cari Stok NIK 2025: Di awal tahun (Januari-Maret), dealer biasanya masih memiliki stok produksi tahun 2025 (NIK 2025). Unit ini mungkin sudah didaftarkan fakturnya sebelum 31 Desember 2025 sehingga masih mengikat harga lama atau setidaknya mendapat diskon besar untuk clearance sale.
  • Pertimbangkan Mobil Listrik Bekas: Dengan garansi baterai yang rata-rata mencapai 8 tahun, membeli EV bekas berumur 1-2 tahun adalah langkah cerdas. Anda menghindari depresiasi tajam sekaligus menghindari kenaikan PPN.
  • Pantau Program Subsidi Mandiri Pabrikan: Menyadari potensi penurunan penjualan akibat kenaikan pajak, beberapa pabrikan (seperti Wuling atau Hyundai) mungkin akan memberikan "Subsidi Mandiri" berupa diskon yang setara dengan insentif pemerintah sebelumnya untuk menjaga volume penjualan.

FAQ: 

  • Mengapa harga mobil listrik naik per 1 Januari 2026?
    Penyebab utamanya adalah berakhirnya insentif PPN-DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) dan kenaikan tarif PPN reguler menjadi 12%.
  • Berapa persen kenaikan harga mobil listrik tahun ini?
    Estimasi kenaikan berkisar 10-11% dari harga OTR (On The Road) tahun 2025.
  • Apakah insentif mobil listrik benar-benar dihapus?
    Insentif PPN-DTP (yang membuat konsumen hanya bayar PPN 1%) berakhir. Namun, insentif Bebas Ganjil-Genap dan Pajak Tahunan (PKB) murah masih berlaku.
  • Apakah harga mobil listrik bekas ikut naik?
    Secara hukum pasar, ketika harga unit baru naik drastis, harga unit bekas (second) cenderung stabil atau bahkan ikut terkerek naik karena permintaan beralih ke pasar bekas.

Kesimpulan

Kenaikan harga mobil listrik per 1 Januari 2026 adalah konsekuensi kebijakan fiskal yang tak terhindarkan. Era "bakar uang" subsidi pemerintah telah usai, menandakan pasar EV Indonesia mulai masuk ke fase dewasa. Meskipun harga naik puluhan juta, proposisi nilai EV sebagai kendaraan harian yang hemat energi dan bebas ganjil-genap tetap relevan, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi di perkotaan.

Practical Checklist Sebelum Membeli EV di 2026:

  • [ ] Cek apakah harga OTR yang ditawarkan sudah termasuk PPN 12% terbaru.
  • [ ] Tanyakan ketersediaan unit NIK 2025 untuk potensi harga lama.
  • [ ] Hitung simulasi kredit dengan DP minimal 30% untuk menghindari bunga yang memberatkan harga total.
  • [ ] Pastikan garansi baterai dan layanan purna jual tidak berubah meskipun ada penyesuaian harga. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya