Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL tahun 2026 menjadi momen yang mengejutkan bagi pasar otomotif Indonesia. Mulai 1 Januari 2026, konsumen dihadapkan pada realitas baru: harga mobil listrik (Electric Vehicle/EV) yang sebelumnya mendapat subsidi besar-besaran, kini mengalami koreksi harga signifikan.
Kenaikan ini tidak main-main, berkisar antara Rp20 juta hingga lebih dari Rp80 juta tergantung model dan varian. Bagi Anda yang berencana meminang kendaraan ramah lingkungan tahun ini, memahami struktur harga baru adalah hal krusial. Artikel ini akan membedah secara mendalam penyebab kenaikan tersebut, daftar estimasi harga terbaru, serta analisis apakah membeli mobil listrik di tahun 2026 masih menguntungkan secara finansial.
Kenaikan harga yang terjadi saat ini bukanlah keputusan sepihak dari produsen mobil, melainkan dampak langsung dari perubahan kebijakan fiskal negara. Ada dua faktor simultan yang memukul harga OTR mobil listrik di awal 2026:
Simulasi Dampaknya:
Jika di tahun 2025 Anda membeli mobil seharga Rp300 juta (OTR), beban pajak Anda sangat minim. Namun di 2026, Anda harus menanggung beban PPN penuh sebesar 12%. Selisih sekitar 11% inilah yang menyebabkan lonjakan harga yang terasa seperti "naik puluhan juta" dalam semalam.
Berikut adalah proyeksi kenaikan harga pada beberapa model populer di Indonesia, dengan asumsi kenaikan beban pajak sebesar 11% dari harga dasar sebelumnya.
| Model Kendaraan | Harga Estimasi 2025 (Insentif) | Estimasi Harga 2026 (Non-Insentif) | Selisih Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Wuling Air ev - Long Range | Rp 275.000.000 | ± Rp 305.250.000 | + Rp 30,2 Juta |
| Wuling BinguoEV (410 km) | Rp 372.000.000 | ± Rp 412.900.000 | + Rp 40,9 Juta |
| Hyundai Ioniq 5 (Signature Long) | Rp 895.000.000 | ± Rp 993.450.000 | + Rp 98,4 Juta |
| BYD Atto 3 (Superior) | Rp 515.000.000 | ± Rp 571.650.000 | + Rp 56,6 Juta |
| Chery Omoda E5 | Rp 498.000.000 | ± Rp 552.700.000 | + Rp 54,7 Juta |
*Catatan: Harga di atas adalah simulasi kasar berdasarkan persentase pajak. Harga resmi dapat berbeda tergantung kebijakan pricing strategy masing-masing APM (Agen Pemegang Merek) untuk meredam kejut harga.
Banyak artikel berita hanya fokus pada kenaikan harga, namun melupakan aspek Total Cost of Ownership (TCO) jangka panjang. Meski harga beli (acquisition cost) naik tajam, apakah mobil listrik menjadi investasi yang buruk di 2026? Belum tentu.
Paradoksnya, kenaikan harga mobil baru justru menjadi kabar baik bagi pemilik mobil listrik lama. Dengan harga barunya yang makin mahal, depresiasi mobil listrik bekas tahun 2023-2025 akan tertahan. Pasar mobil bekas menjadi opsi menarik bagi pembeli yang 'kaget' dengan harga baru 2026.
Meskipun Anda membayar lebih mahal di awal, penghematan operasional EV tidak berubah. Harga listrik per kWh masih jauh lebih murah dibandingkan BBM yang fluktuatif. Dalam hitungan 5 tahun pemakaian, selisih kenaikan harga Rp30-50 juta tersebut seringkali sudah break-even (balik modal) dari penghematan biaya bensin dan ganti oli.
Jika Anda tetap membutuhkan kendaraan listrik di tahun 2026 namun terhalang budget, pertimbangkan langkah berikut:
Kenaikan harga mobil listrik per 1 Januari 2026 adalah konsekuensi kebijakan fiskal yang tak terhindarkan. Era "bakar uang" subsidi pemerintah telah usai, menandakan pasar EV Indonesia mulai masuk ke fase dewasa. Meskipun harga naik puluhan juta, proposisi nilai EV sebagai kendaraan harian yang hemat energi dan bebas ganjil-genap tetap relevan, terutama bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi di perkotaan.
Dengan harga beli yang kompetitif dan biaya operasional lebih murah, adopsi mobil listrik diyakini akan semakin meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved