Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMWNA peralihan ke kendaraan elektrifikasi kini tidak hanya terjadi di pasar unit baru. Di pasar sekunder, khususnya balai lelang, mobil listrik bekas (Used EV) mulai bermunculan dengan tawaran harga yang sangat menggiurkan.
Bagi konsumen cerdas, ini bisa menjadi momen emas untuk memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan bujet terbatas.
Namun, membeli mobil listrik di balai lelang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan mobil konvensional (ICE). Dengan depresiasi harga yang mencapai angka drastis, calon pembeli harus memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka tersebut. Apakah penurunan harga ini murni karena mekanisme pasar, atau ada risiko teknis tersembunyi?
Artikel ini akan mengupas tuntas realitas harga mobil listrik bekas di pelelangan, daftar unit yang tersedia, hingga panduan teknis pengecekan unit agar Anda tidak merugi.
Salah satu fakta paling mengejutkan di pasar mobil bekas adalah tingkat depresiasi mobil listrik yang jauh lebih tinggi dibandingkan mobil bensin atau hybrid. Jika mobil konvensional rata-rata mengalami penurunan nilai 10-15% per tahun, mobil listrik bisa mengalami depresiasi hingga 35% hingga 60%.
Berdasarkan analisis pasar dan data dari balai lelang besar seperti JBA dan IBID, ada dua faktor utama pemicu fenomena ini:
Volume unit mobil listrik di balai lelang memang belum semasif mobil bensin, namun trennya terus meningkat. Berikut adalah kisaran harga terbentuk untuk beberapa model populer berdasarkan pantauan pasar awal 2026:
| Model Mobil | Tahun Produksi | Kisaran Harga Lelang | Estimasi Depresiasi* |
|---|---|---|---|
| Wuling Air ev (Std & Long Range) | 2022 - 2023 | Rp90 Juta - Rp140 Juta | Tinggi (~40-50%) |
| Hyundai Ioniq 5 | 2023 | Rp425 Juta - Rp475 Juta | Sedang-Tinggi (~43,5%) |
| Chery Omoda E5 | 2024 - 2025 | Rp280 Juta - Rp300 Juta | Stabil |
| Neta V | 2023 - 2024 | Di bawah Rp200 Juta | Sangat Tinggi (>50%) |
*Persentase depresiasi dihitung dari perbandingan harga baru saat peluncuran (OTR) dengan harga lelang saat ini.
Membeli di lelang umumnya aman secara legalitas dokumen. Namun, secara teknis, unit lelang dijual dalam kondisi "as is" (apa adanya). Risiko terbesar ada pada kesehatan baterai yang tidak bisa dideteksi hanya dengan melihat fisik mobil. Sangat disarankan membawa mekanik spesialis EV atau alat pemindai (scanner) OBD khusus mobil listrik.
Selain faktor persepsi pasar, suplai Wuling Air ev di pasar bekas cukup melimpah karena populasinya yang besar. Hukum ekonomi berlaku; suplai tinggi dengan permintaan yang belum terbentuk sempurna di pasar sekunder menekan harga jual kembali.
Di showroom, mobil biasanya sudah direkondisi dan mungkin mendapatkan garansi toko, namun harganya lebih tinggi. Di balai lelang, Anda mendapatkan harga dasar (sangat murah), namun Anda menanggung risiko perbaikan sendiri, terutama jika ada masalah pada sistem kelistrikan atau baterai.
Daddy Doxa Manurung dari IBID menyebutkan bahwa demand mobil listrik bekas belum terbentuk sempurna. Ini artinya kompetisi bidding mungkin tidak seketat mobil bensin, memberikan peluang bagi Anda mendapatkan harga terbaik. Gunakan checklist berikut sebelum mengangkat papan penawaran (paddle):
Pasar mobil listrik bekas memang sedang mencari bentuk keseimbangannya. Bagi Anda yang berani mengambil risiko terukur, harga anjlok di balai lelang saat ini adalah pintu masuk paling ekonomis menuju era elektrifikasi. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved