Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Lelang 2026: Wuling Air ev hingga Ioniq 5

 Gana Buana
02/1/2026 16:53
Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Lelang 2026: Wuling Air ev hingga Ioniq 5
Simak analisis harga Wuling Air ev hingga Hyundai Ioniq 5, penyebab depresiasi tinggi, dan panduan cek kondisi baterai.(Dok. JTO)

FENOMWNA peralihan ke kendaraan elektrifikasi kini tidak hanya terjadi di pasar unit baru. Di pasar sekunder, khususnya balai lelang, mobil listrik bekas (Used EV) mulai bermunculan dengan tawaran harga yang sangat menggiurkan.

Bagi konsumen cerdas, ini bisa menjadi momen emas untuk memiliki kendaraan ramah lingkungan dengan bujet terbatas.

Namun, membeli mobil listrik di balai lelang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan mobil konvensional (ICE). Dengan depresiasi harga yang mencapai angka drastis, calon pembeli harus memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka tersebut. Apakah penurunan harga ini murni karena mekanisme pasar, atau ada risiko teknis tersembunyi?

Artikel ini akan mengupas tuntas realitas harga mobil listrik bekas di pelelangan, daftar unit yang tersedia, hingga panduan teknis pengecekan unit agar Anda tidak merugi.

Mengapa Harga Mobil Listrik Bekas "Terjun Bebas"?

Salah satu fakta paling mengejutkan di pasar mobil bekas adalah tingkat depresiasi mobil listrik yang jauh lebih tinggi dibandingkan mobil bensin atau hybrid. Jika mobil konvensional rata-rata mengalami penurunan nilai 10-15% per tahun, mobil listrik bisa mengalami depresiasi hingga 35% hingga 60%.

Berdasarkan analisis pasar dan data dari balai lelang besar seperti JBA dan IBID, ada dua faktor utama pemicu fenomena ini:

  1. Kecemasan Baterai (Range & Battery Anxiety): Komponen termahal EV adalah baterai. Pembeli mobil bekas sering kali khawatir tentang State of Health (SOH) baterai yang mungkin sudah menurun, yang berarti biaya penggantian ratusan juta rupiah mengintai di depan mata.
  2. Stabilitas Pemegang Merek: Seperti yang diungkapkan oleh pelaku pasar di bursa mobil Kemayoran, dukungan diler sangat krusial. Mobil dari merek yang menutup diler atau memiliki layanan purna jual buruk (seperti kasus pada beberapa merek pendatang baru) akan mengalami kehancuran harga jual kembali.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Balai Lelang (Estimasi Pasar)

Volume unit mobil listrik di balai lelang memang belum semasif mobil bensin, namun trennya terus meningkat. Berikut adalah kisaran harga terbentuk untuk beberapa model populer berdasarkan pantauan pasar awal 2026:

Model Mobil Tahun Produksi Kisaran Harga Lelang Estimasi Depresiasi*
Wuling Air ev (Std & Long Range) 2022 - 2023 Rp90 Juta - Rp140 Juta Tinggi (~40-50%)
Hyundai Ioniq 5 2023 Rp425 Juta - Rp475 Juta Sedang-Tinggi (~43,5%)
Chery Omoda E5 2024 - 2025 Rp280 Juta - Rp300 Juta Stabil
Neta V 2023 - 2024 Di bawah Rp200 Juta Sangat Tinggi (>50%)

*Persentase depresiasi dihitung dari perbandingan harga baru saat peluncuran (OTR) dengan harga lelang saat ini.

People Also Ask: Pertanyaan Seputar Lelang Mobil Listrik

1. Apakah aman membeli mobil listrik bekas di lelang?

Membeli di lelang umumnya aman secara legalitas dokumen. Namun, secara teknis, unit lelang dijual dalam kondisi "as is" (apa adanya). Risiko terbesar ada pada kesehatan baterai yang tidak bisa dideteksi hanya dengan melihat fisik mobil. Sangat disarankan membawa mekanik spesialis EV atau alat pemindai (scanner) OBD khusus mobil listrik.

2. Mengapa harga Wuling Air ev bekas turun drastis?

Selain faktor persepsi pasar, suplai Wuling Air ev di pasar bekas cukup melimpah karena populasinya yang besar. Hukum ekonomi berlaku; suplai tinggi dengan permintaan yang belum terbentuk sempurna di pasar sekunder menekan harga jual kembali.

3. Apa beda membeli di Showroom vs Balai Lelang?

Di showroom, mobil biasanya sudah direkondisi dan mungkin mendapatkan garansi toko, namun harganya lebih tinggi. Di balai lelang, Anda mendapatkan harga dasar (sangat murah), namun Anda menanggung risiko perbaikan sendiri, terutama jika ada masalah pada sistem kelistrikan atau baterai.

Checklist Penting Sebelum Bid Mobil Listrik

Daddy Doxa Manurung dari IBID menyebutkan bahwa demand mobil listrik bekas belum terbentuk sempurna. Ini artinya kompetisi bidding mungkin tidak seketat mobil bensin, memberikan peluang bagi Anda mendapatkan harga terbaik. Gunakan checklist berikut sebelum mengangkat papan penawaran (paddle):

  • Cek Riwayat Servis: Pastikan mobil memiliki catatan servis rutin di bengkel resmi. Ini krusial untuk memastikan garansi baterai (biasanya 8 tahun) tidak hangus.
  • Periksa State of Health (SOH) Baterai: Jangan hanya melihat persentase baterai di dashboard. Gunakan alat scanner untuk melihat kapasitas riil penyimpanan daya baterai. SOH di bawah 80% biasanya memerlukan perhatian serius.
  • Inspeksi Charging Port: Pastikan lubang pengisian daya (AC dan DC) tidak korosi, retak, atau terbakar, karena penggantian komponen ini cukup mahal.
  • Kondisi Ban: Mobil listrik memiliki torsi instan yang besar dan bobot baterai yang berat, sehingga ban cenderung lebih cepat habis dibanding mobil biasa.
  • Kelengkapan Charger: Pastikan unit lelang menyertakan portable charger bawaan. Harga charger original bisa mencapai jutaan rupiah jika harus membeli terpisah.

Pasar mobil listrik bekas memang sedang mencari bentuk keseimbangannya. Bagi Anda yang berani mengambil risiko terukur, harga anjlok di balai lelang saat ini adalah pintu masuk paling ekonomis menuju era elektrifikasi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya