Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Ukuran Piston Tiger Standar, Diameter Pin, dan Panduan Oversize Lengkap

Reynaldi Andrian Pamungkas
18/12/2025 16:15
Ukuran Piston Tiger Standar, Diameter Pin, dan Panduan Oversize Lengkap
Berikut ukuran piston tiger standar(freepik)

BAGI para penggemar otomotif, khususnya pecinta motor touring legendaris dari Honda, mengetahui ukuran piston Tiger standar merupakan pengetahuan fundamental. Honda Tiger, yang dikenal dengan kode mesin GL200, telah menjadi ikon di jalanan Indonesia selama bertahun-tahun. Popularitasnya tidak hanya karena ketangguhan mesinnya saat digunakan untuk perjalanan jauh, tetapi juga karena fleksibilitas komponen mesinnya yang sering menjadi rujukan untuk modifikasi motor lain.

Memahami spesifikasi teknis piston adalah langkah awal sebelum melakukan perbaikan (overhaul) atau modifikasi peningkatan performa (bore-up). Kesalahan dalam memilih ukuran piston tidak hanya akan menurunkan performa, tetapi juga dapat berakibat fatal pada kerusakan blok silinder dan komponen mesin lainnya.

Detail Ukuran Piston Tiger Standar dan Pin

Secara pabrikan, Honda membekali Tiger (baik Tiger 2000 maupun Tiger Revo) dengan kapasitas mesin yang cukup besar di kelasnya pada zamannya. Berikut adalah rincian spesifikasi teknis yang perlu Anda catat:

  • Diameter Piston Standar (Bore): 63,5 milimeter (mm).
  • Diameter Pin Piston: 15 mm.
  • Langkah Piston (Stroke): 62,2 mm.
  • Kapasitas Silinder Murni: Sekitar 196,9 cc (dibulatkan menjadi 200 cc).

Angka 63,5 mm inilah yang menjadikan piston Tiger sangat spesial. Ukuran ini tergolong besar untuk motor satu silinder berpendingin udara, memberikan torsi yang melimpah di putaran bawah hingga menengah. Selain itu, ukuran pin piston 15 mm juga menjadi standar yang umum digunakan pada varian GL series lainnya, memudahkan substitusi antar komponen Honda.

Panduan Oversize Piston Honda Tiger

Seiring bertambahnya usia pemakaian, dinding silinder (liner) akan mengalami keausan. Ketika celah antara piston dan dinding silinder sudah terlalu longgar, kompresi akan bocor dan tenaga mesin menurun. Solusinya adalah melakukan korter blok silinder dan mengganti piston dengan ukuran yang lebih besar, atau dikenal dengan istilah oversize.

Berikut adalah panduan kenaikan ukuran piston Tiger jika Anda berencana melakukan oversize:

  • Standar (STD): 63,5 mm
  • Oversize 25 (0.25): 63,75 mm
  • Oversize 50 (0.50): 64,0 mm
  • Oversize 100 (1.00): 64,5 mm
  • Oversize 150 (1.50): 65,0 mm
  • Oversize 200 (2.00): 65,5 mm

Perlu diperhatikan bahwa semakin tinggi tingkat oversize, semakin tipis dinding liner yang tersisa. Meskipun liner Honda Tiger dikenal tebal dan kuat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli bubut berpengalaman agar presisi dan tidak menyebabkan mesin cepat panas (overheat).

Mengapa Piston Tiger Sering Jadi Andalan Modifikasi?

Dalam dunia modifikasi motor, khususnya aliran CB-an atau GL-an, piston Tiger adalah primadona. Ada beberapa alasan mengapa komponen ini sangat diminati:

  1. Diameter Besar: Dengan ukuran dasar 63,5 mm, piston ini menjadi pilihan instan untuk mendongkrak kapasitas mesin motor lain seperti Honda CB100, GL100, GL Pro, hingga Megapro yang memiliki diameter standar lebih kecil.
  2. Material Kuat: Piston asli Honda (AHM) dikenal memiliki material yang tahan panas dan gesekan, sehingga awet meskipun digunakan untuk kompresi yang sedikit lebih tinggi.
  3. Ketersediaan Sparepart: Sebagai motor yang pernah merajai pasar, ketersediaan piston kit Tiger (termasuk ring seher dan pin) sangat melimpah, baik yang orisinal maupun aftermarket dengan berbagai kualitas.
  4. Profil Jenong (Dome): Piston Tiger memiliki permukaan yang rata namun sedikit jenong, yang cukup baik untuk memadatkan kompresi tanpa perlu banyak modifikasi pada kubah ruang bakar (selama stroke disesuaikan).

Perbandingan dengan GL Pro dan Megapro

Sering terjadi kebingungan di kalangan pemula mengenai perbedaan ukuran piston antara keluarga Honda GL ini. Berikut perbandingannya untuk memperjelas posisi ukuran piston Tiger standar:

  • Honda Tiger: 63,5 mm (Pin 15 mm)
  • Honda Megapro (Hiu/Primus): 63,5 mm (Pin 15 mm) – Sama dengan Tiger, namun beda langkah stroke (Megapro 49,5 mm vs Tiger 62,2 mm).
  • Honda GL Pro Neotech: 61,0 mm (Pin 15 mm).
  • Honda GL Pro Black Engine: 61,0 mm (Pin 15 mm).

Dapat dilihat bahwa meskipun Megapro memiliki diameter piston yang sama, namun karena langkah pistonnya lebih pendek, kapasitas mesinnya hanya 160cc. Inilah mengapa banyak pengguna Megapro melakukan "stroke up" menggunakan kruk as Tiger untuk mendapatkan tenaga 200cc penuh.

Tips Perawatan Mesin agar Piston Awet

Meskipun piston Tiger dirancang tangguh, perawatan yang salah dapat memperpendek umurnya. Masalah umum yang sering terjadi adalah piston baret atau "ngejim" akibat pelumasan yang buruk. Untuk menjaga performa mesin tetap optimal, pastikan Anda rutin mengganti oli mesin sesuai jadwal. Oli berfungsi vital untuk melumasi gesekan antara piston dan dinding silinder.

Selain itu, perhatikan setelan karburator. Campuran bahan bakar yang terlalu miskin (lean) dapat menyebabkan suhu ruang bakar meningkat drastis, yang berpotensi memuaikan piston melebihi batas toleransi. Dengan pemahaman yang tepat mengenai spesifikasi dan perawatan, performa Honda Tiger Anda akan tetap prima melibas berbagai medan jalanan. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya