Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai elemen penting di dalam sistem pengapian mesin, busi memiliki segudang fitur yang disematkan khusus untuk kebutuhan masing-masing kendaraan. Jadi tidak benar bila ada yang beranggapan bahwa semua busi itu sama saja.
Untuk meluruskan hal ini produsen busi kendaraan NGK kembali membagi informasi kepada masyarakat, sekaligus memberikan penjelasan mengapa busi NGK Iridium IX BR9ECMIX dan NGK Nickel Alloy BR8ECM dibuat dengan desain kepala elektroda yang berbeda dibandingkan busi konvensional.
Umumnya desain elektroda negatif pada kepala busi berbentuk 'J' yang diposisikan di ujung atas cincin kepala busi. Sementara pada kedua busi NGK tersebut memiliki elektroda negatif yang berada di lereng bagian dalam ring kepala busi dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat.
Desain ini membuat sudut kemiringan elemen elektroda negatif menjadi jauh lebih merunduk ke bawah. Bahkan apabila diamati dari samping bagian elektroda positif menjadi hampir tidak terlihat berkat posisinya yang nyaris terbenam di bagian tengah ring kepala busi seolah sedang tiarap.
Menurut Technical Support PT NGK Busi Indonesia Yaumil Ichsan penerapan desain elektroda busi 'tiarap' tidak terlepas dari peruntukkan busi yang dirancang khusus untuk motor dua tak dengan performa tinggi seperti motor balap atau motor trail.
“Sifat mesin dua tak cenderung lebih panas, hal tersebut diakibatkan oleh siklus pembakaran campuran oli samping, bensin, dan udara yang menyisakan deposit karbon di ruang bakar, sehingga temperatur busi menjadi lebih tinggi," ungkap Ichsan.
Desain elektroda negatif yang dibuat 'tiarap' seperti itu menurut Ichsan bertujuan untuk mempercepat pendinginan busi agar tidak mudah meleleh saat mesin digeber pada beban maksimalnya. Dengan desain elektroda ground yang lebih pendek juga membuat elemen elektroda lebih kuat.
Elektroda yang lebih pendek diyakini lebih tahan menghadapi getaran dan guncangan hebat saat kendaraan tersebut digunakan di kondisi ekstrim seperti sirkuit balap maupun motocross, sehingga risiko elektroda busi patah bisa diminimalisasi. (S-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved