Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pertamina Berhasil Kembangkan Bahan Bakar D-100

RO
21/7/2020 18:13
Pertamina Berhasil Kembangkan Bahan Bakar D-100
Hasil uji coba D-100 menunjukkan hasil yang memuaskan...(Pertamina)

Perusahaan penyedia bahan bakar nasional Pertamina berhasil mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) yang terbuat dari 100% bahan nabati. BBM diesel yang dinamai D-100 ini memiliki kandungan Cetane Number sangat tinggi mencapai 79.

Dengan angka Cetane yang sangat tinggi diyakini dapat menghasilkan performa mesin lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji performa (road test) yang menunjukkan penggunaan D-100 dalam campuran bahan bakar dapat meningkatkan performa sekligus mengurangi emisi gas buang.

Menurut Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Budi Santoso Syarif, dalam pengujian tersebut komposisi bahan bakar yang digunakan adalah 20% D-100, 30% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan Dexlite sebanyak 50%.

“Menurut hasil uji lab kami, terukur bahwa angka Cetane Number bahan bakar campuran D-100 pada Dexlite dan FAME yang digunakan tersebut mencapai angka minimal 60 atau lebih tinggi dari bahan bakar diesel yang ada saat ini," ujar Budi. Sementara Cetane Number yang dimiliki Dexlite hanya 51 bahkan Pertamina Dex hanya mencapai 53. 

"Demikian juga hasil uji emisi kendaraan menunjukkan opacity (kepekatan asap gas buang) turun menjadi 1,7% dari sebelumnya 2,6% saat tidak dicampur dengan D-100,” sambungnya.

Pengujian ini dilakukan pada 14 Juli 2020 menggunakan MPV diesel keluaran 2017 yang dijalankan sejauh 200 km. Hasil yang dirasakan adalah tarikan mesin yang lebih bertenaga serta emisi gas buang yang lebih baik. Dengan performa seperti itu tentu berdampak pada  penghematan dalam konsumsi BBM serta biaya perawatan.

Budi menambahkan, hasil uji membuktikan D-100 yang diproduksi perdana di Kilang Dumai Pertamina dapat menjawab kebutuhan green energy di Indonesia. Pasalnya D-100 dibuat dari 100% bahan nabati turunan dari Crude Palm Oil (CPO) atau kelapa sawit yang banyak terdapat di Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar Indonesia dapat mengoptimalkan sumber daya alamnya untuk menciptakan kedaulatan energinya sendiri.

“Ini adalah yang pertama di Indonesia dan hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya. Kami membuktikan bahwa Pertamina berhasil melakukannya di Kilang Dumai, dengan dibantu oleh Katalis Merah Putih yang merupakan kerjasama Research & Technology Center Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Suatu kebanggaan bagi kami dapat menciptakan solusi untuk Indonesia,” tutup Budi. (S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Suplemen
Berita Lainnya