Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN mobil asal Jepang, Nissan, menarik 1,2 juta mobil karena tidak memenuhi kriteria standar yang ditetapkan.
Pada pemeriksaan kendaraan di tahap terakhir, tim Nissan menemukan adanya ketidaksesuaian dengan aturan standar yang dikeluarkan pemerintah Jepang.
Penarikan unit secara besar-besaran itu diumumkan kemarin. Hal itu bermula saat petugas yang tidak tesertifikasi melakukan pemeriksaan kendaraan dan menemukan adanya bagian yang sesuai dengan standar pemerintah Jepang.
Temuan itu membuat harga saham Nissan di bursa Tokyo merosot. Saham produsen mobil itu anjlok lebih dari 5% di awal sesi pembukaan bursa.
Di sesi penutupan, saham Nissan tergerus sebesar 2,69%. Presiden Nissan, Hiroto Saikawa, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan petugas tanpa sertifikat tersebut menjadi persoalan yang sangat serius.
Untuk mengatasi masalah itu, Nissan terpaksa harus merogoh kocek 25 miliar yen. “Saya sendiri ingin menyelidiki tentang hal ini meskipun inspeksi yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginan Nissan.”
Menurut Saikawa, Nissan yakin sejauh ini seluruh kendaraan yang dikirim dalam kondisi aman dan nyaman.
Untuk merespons temuan itu, Nissan membentuk sebuah tim yang berisi anggota dari pihak independen guna melakukan investigasi agar peristiwa serupa tidak terulang. (*/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved