Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pertama munculnya Teknologi Kecerdasan Buatan pada 1956, karya rintisan para ilmuwan terdahulu, Teknologi yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah merevolusi berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan.
AI memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan terutama di Indonesia yakni peningkatan akurasi diagnosis penyakit, mengelola catatan medis secara elektronik dan meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan salah satu contohnya adalah layanan telemedicine.
Teknologi AI di Indonesia khususnya dalam bidang kesehatan sedang dalam tahap pengembangan dan sudah mulai digunakan secara makin meluas. Adapun beberapa contoh penerapan AI dalam bidang kesehatan di Indonesia, antara lain yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menggunakan AI untuk mengembangkan sistem deteksi dini kanker payudara. Sistem ini menggunakan teknologi deep learning untuk menganalisis gambar mammogram.
Kemudian, ada perusahaan swasta yang telah mengembangkan obat kanker berbasis teknologi AI. Obat ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menargetkan sel kanker secara lebih spesifik.
Selain itu juga ada, beberapa karya anak bangsa telah meluncurkan beberapa layanan telemedisin. Beberapa di antara layanan ini menggunakan teknologi AI untuk mendiagnosis penyakit dan memberikan rekomendasi perawatan, juga peneliti di Universitas Airlangga, Surabaya tengah mengembangkan Sistem Kecerdasan Buatan mengklasifikasikan luka kaki diabet (Stadium Wagner), yang nantinya melengkapi Telemedisin KakiDiabet Indonesia yang telah ada sebelumnya.
Penerapan teknologi AI dalam bidang kesehatan di Indonesia tidak lepas peran dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Pemerintah Indonesia telah mengakui potensi teknologi AI dalam bidang kesehatan. Hal ini dibuktikan pada tahun 2022, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meluncurkan program "Kesehatan Digital Indonesia".
Program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kesehatan digital di Indonesia, termasuk didalamnya yaitu pemanfaatan teknologi AI. Namun, dalam implementasinya di bidang kesehatan khususnya di Indonesia, teknologi AI ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi antara lain yaitu ketersediaan data yang besar dan berkualitas untuk dapat berfungsi dengan baik. Namun, ketersediaan data kesehatan di Indonesia masih cukup terbatas.
Kemudian, ketersediaan tenaga kerja. Pengembangan dan penerapan teknologi AI dalam bidang kesehatan tidak terlepas dari kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan profesional. Namun, jumlah tenaga kerja teknologi AI di Indonesia masih dibilang cukup terbatas.Selanjutnya, keamanan dan privasi data pasien. Penerapan teknologi AI dalam bidang kesehatan wajib memperhatikan aspek keamanan dan privasi data pasien. Maka dari itu, terjaganya data medis dari ancaman siber (cyber threat) perlu dilakukan dan mematuhi regulasi pemerintah yang tercantum dalam UU ITE.
Meskipun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, teknologi AI dalam bidang kesehatan utamanya di Indonesia memiliki potensi yang besar. Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti jumlah penduduk Indonesia yang besar sekitar 270 juta orang, perkembangan teknologi digital di Indonesia yang pesat dan kebutuhan akan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Potensi ini harus didukung adanya kolaborasi dari pemerintah dan pihak swasta. Dengan adanya kolaborasi dan dukungan tersebut, diharapkan teknologi AI dapat menjadi game changer dalam bidang kesehatan di Indonesia. Selain itu, teknologi AI dapat membantu untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Dalam mewujudukan hal tersebut, ada beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan teknologi AI dalam bidang kesehatan di Indonesia yaitu pemerintah perlu meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi AI di bidang kesehatan, pemerintah perlu bekerja sama dengan industri dan akademisi untuk mengembangkan standar data kesehatan yang dapat digunakan untuk pelatihan teknologi AI dan pemerintah perlu mengembangkan program pendidikan dan pelatihan untuk tenaga kerja teknologi AI di bidang kesehatan.
Melalui kolaborasi yang komprehensif antara akademisi, pemerintah dan pihak swasta, diharapkan teknologi AI di bidang kesehatan dapat berkembang pesat dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Intip bocoran iPhone 18 Pro Max 2026. Hadir dengan chip A20 Pro 2nm, kamera variable aperture, dan desain under-display Face ID terbaru.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Setelah miliaran tahun, JADES-ID1 akan berevolusi dari protogugus menjadi gugus galaksi masif seperti yang kita lihat jauh lebih dekat dengan Bumi.
Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Pengguna Android dapat mengunggah file melalui aplikasi Google Drive yang umumnya sudah terpasang secara bawaan.
Pendekatan yang bersifat administratif-finansial ini membuat sistem kesehatan menjadi reaktif.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved