Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Zakat, Jamuan Penyeka Air Mata Indriana

Mo Mahdum Wakil Ketua Baznas RI
10/5/2021 05:00
Zakat, Jamuan Penyeka Air Mata Indriana
(MI/Duta)

CINTA mampu menjadi penyeka air mata, menyembuhkan luka, penawar bagi setiap rasa sakit dan penebus dahaga dan lapar jiwa. Cinta juga yang mendorong anak-anak bangsa untuk peduli terhadap sesama. Inilah yang menggelora dalam Gerakan Cinta Zakat. Sebuah social movement yang penuh semangat gotong-royong.

Di masa pandemi yang mendorong krisis ekonomi menyebabkan banyak orang berubah nasib menjadi papa. Derita mendera mereka yang tak lagi punya usaha dan dana sebagai penyangga rumah-rumah tangga. Kesulitan mendapatkan sembako pun, menjadi momok yang direspons bersama.

Bulan suci Ramadan mesti menjadi spirit yang menyemangati agar setiap insan berlomba-lomba dalam berbagi. Karena itulah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggencarkan kampanye Gerakan Cinta Zakat. Sebuah momen emas yang diluncurkan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/4).

Ketika wabah covid-19 meluluhlantakkan berbagai sendi ekonomi, Baznas tampil menyuguhkan solusi. Salah satunya, lewat Hidangan Berkah Ramadhan sebagai bagian dari upaya membendung krisis pangan mustahik. Sebut saja kisah Ilman, 40, yang ditulis Baznas.go.id, Jumat (30/4). Ia adalah sosok pejuang tangguh bagi keluarga, yang masih gigih mencari rezeki, meski dalam kondisi sakit. Namun, penghasilan Ilman yang tak seberapa, belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok anak dan istrinya.

Membantu meringankan beban, Tim Layanan Aktif Baznas (LAB), mendatangi rumah mereka untuk menyalurkan kebaikan berupa Paket Logistik Keluarga. Berkat bantuan pangan itu, Ilman dan keluarga bisa memiliki banyak bahan makanan untuk menjalankan ibadah puasa.

Pada bulan yang sama, tim LAB turun membantu para korban kebakaran. Selama sepekan, musibah hebat melanda areal penampungan bekas di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Petugas pemadam berjibaku memadamkan amukan si jago merah agar tak merambat permukiman warga.

LAB mendistribusikan donasi kebutuhan logistik untuk petugas pemadaman di lokasi. Seperti tabung oksigen, makanan, obat-obatan ringan dan dapur air. Kebakaran melanda tempat penampungan larangan di areal seluas 1 hektare lebih.

Ada lagi cerita Ahmad Jaenudin, seorang ayah yang tengah berbahagia menyambut kelahiran anak keduanya. Namun sejak pandemi, ia tak berpenghasilan lagi karena terjadi pengurangan tenaga buruh secara besar-besaran di pabrik tempat ia bekerja.

Ia pun panik dan kebingungan, karena banyak kebutuhan anak dan istri yang tak bisa dipenuhi. Merespons kondisi tersebut, tim LAB menyalurkan kebutuhan perlengkapan bayi dan susu bagi anak pertamanya yang juga masih berusia satu tahun.

Selama bulan puasa, Baznas membagikan makanan berbuka puasa dan sahur untuk masyarakat kelompok rentan yang terdiri atas lansia, janda, anak yatim, duafa, difabel, yang termasuk kategori asnaf zakat dengan menyediakan makanan hidangan berkah ramadan. Ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan LAB dalam lingkup program pendistribusian Bank Makanan pada Ramadan 1442 Hijriyah, dalam rangka memberikan kebahagian kepada mustahik di bulan suci.

Hal tersebut sebagai wujud kepedulian sosial dan menjalankan kepercayaan muzaki yang telah mengamanahkan zakat mereka melalui Baznas. Tentu dengan tujuan untuk mencegah kelaparan para keluarga yang tak memiliki pekerjaan atau sumber penghasilan akibat pandemi. Juga sebagai stimulan pangan bagi mereka dalam menghadapi bulan suci di masa pandemi.

Kebutuhan pangan para mustahik diharapkan bisa tercukupi sehingga berdampak pada kesehatan mereka berupa peningkatan imunitas tubuh. Selain itu juga dapat memberikan motivasi, semangat beribadah dan sambil menunggu solusi alternatif permanen dalam mencari nafkah.

Proses pendistribusian melibatkan mitra salur Bank Makanan yaitu Yayasan Obama Indonesia (YOI) Skul seperti direalisasikan Baznas di Kampung Pemulung, Menteng Atas, Jakarta Pusat. Kegiatan itu menerapkan protokol kesehatan 3M yakni menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan guna mencegah penyebaran covid-19.

Selain LAB, Baznas Microfinance (BMFi) juga turun ke lapangan dengan melibatkan sejumlah mitra mustahik untuk memenuhi kebutuhan program Hidangan Berkah Ramadan. Sebagai contoh, penerima manfaat bernama Susi, 46 dan Perri (46 tahun) yang merasa senang, karena mendapatkan pesanan paket makanan berbuka puasa ratusan porsi.

Tak hanya untuk Susi dan Perri, paket juga disalurkan ke titik-titik lokasi yang membutuhkan makanan. BAZNAS Microfinance menyalurkan bantuan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Panti Asuhan Muhammadiyah Siti Khodijah Al Kubro di Jakarta Selatan; Panti Asuhan Anak Kunsum Teratai dan Rumah Yatim dan Dhuafa Baiti Jannati yang berada di Kawasan Tebet dan Manggarai, Jakarta Selatan; warga yang tinggal di sekitar Cibubur Junction dan Masjid Al Amsiriyah Cipayung, Depok, Jawa Barat.

BAZNAS Microfinance terus berkomitmen membantu bisnis usaha mikro khususnya di bidang kuliner agar terus maju, berkembang, dan berkah melalui program yang meningkatkan usaha mustahik. Hidangan juga menyasar penerima manfaat orang yang rentan secara ekonomi di Kampung Muka, Jakarta Utara. Rata-rata mereka hanya bekerja sebagai pedagang kecil yang kini kehilangan sumber pendapatan akibat pandemi.

Tak hanya di pusat, LAB Kalimantan Selatan juga beraksi. Lewat zakat, bantuan yang dikonversikan dalam bentuk Hidangan Berkah Ramadan disalurkan ke mustahik di daerah Pelambuan, Kota Banjarmasin.

Kisah lain datang dari Indriana, 50, seorang ibu yang tangguh bagi anak-anaknya. Ia kerap banting tulang mencari nafkah untuk keluarga. Namun, aktivitas ekonomi terhenti sejak ia jatuh sakit. Bahkan, ia tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan.

Demi berbagi kebahagiaan dengan mereka, Tim LAB pun menyalurkan bantuan Hidangan Berkah Ramadan. "Alhamdullilah, kini kami memiliki persediaan makanan yang cukup untuk menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan,” ucap Indriana sambil menyeka air mata.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya