Selasa 17 November 2020, 04:50 WIB

Menanti Gelaran Konvensi Capres

Suyatno Dosen FHISIP Universitas Terbuka | Opini
Menanti Gelaran Konvensi Capres

Dok.MI/Seno

IDE menggelar konvensi calon presiden (capres) 2024 oleh Partai NasDem menarik untuk disimak. Wacana untuk menggelar konvensi ini dikeluarkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada HUT partai yang ke-9 tanggal 11 November 2020. Tujuan akhir konvensi dalam menjaring calon presiden, tentunya, guna memperoleh kandidat yang terbaik untuk memenangi Pilpres 2024.

Gagasan konvensi muncul, memberi kesempatan putra bangsa terbaik dalam dan di luar partai ikut kontestasi. Calon presiden yang akan diusung dijaring lewat mekanisme konvensi. Pemunculan ide tersebut dinilai mengukuhkan Partai NasDem sebagai partai terbuka dan demokratis.

Setidaknya, ide ini memunculkan dua hal yang patut untuk disorot. Pertama, terbuka peluang banyak kandidat untuk menjadi peserta konvensi ini. Calon bisa datang dari internal maupun eksternal partai. Keriuhan politik yang akan terjadi, nantinya menuntut kesiapan lebih dari segenap kader, dan konstituen partai ini. Kedua, keterterimaan tokoh yang muncul sebagai pemenang konvensi sedikit banyak akan berpengaruh terhadap soliditas partai berlambang rotasi biru itu.

Lantas seberapa besarkah peluang konvensi untuk bisa menghasilkan calon untuk memenangi pilpres ? Apakah konvensi juga mampu menjaga soliditas internal NasDem menghadapi Pemilu 2024 mendatang?

 

Demokratis

Secara harfiah, konvensi sendiri mengandung makna permufakatan atau kesepakatan konferensi tokoh partai politik, dengan tujuan khusus memilih calon tertentu dalam hal ini capres. Nilai positif konvensi yakni, langkah ini dianggap sebagai cara yang demokratis. Terbukanya proses penentuan calon kepada publik menjadi kunci pada mekanisme konvensi itu.

Mekanisme konvensi dalam memilih calon presiden yang akan diusung bukanlah hal baru. Cara ini, sudah pernah diterapkan Partai Golkar pada Pemilu 2009 dan Partai Demokrat tahun 2014. Namun, pada konvensi Golkar kadernya terbatas dan internal saja. Penentuan calon ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara di tingkat internal.

NasDem telah menjanjikan mekanisme yang terbuka. Melalui konvensi Partai NasDem nanti, menampung semua anak bangsa yang punya keinginan dan punya track record, kinerja dan sudah terbukti integritasnya, punya kapasitas untuk ikut dalam konvensi.

Dengan konvensi, capres yang akan diusung partai berlambang rotasi ini, diharapkan dapat dipublikasikan dengan metode tertentu semisal survei. Survei sebagai penilaian kepada publik, apakah calon tersebut dapat diterima publik, serta dapat diukur tingkat elektabilitasnya.

Akan dilihat kemudian, melalui survei dari lembaga yang kredibel guna mendapat respons publik mendapat kepercayaan publik untuk kita majukan sebagai calon Presiden 2024.

Mekanisme di atas, bisa mengerek angka elektoral partai bernuansa warna jingga biru ini. Tentu saja, dalam harapan itu melekat sejumlah prasyarat. Bila konvensi itu benar-benar ingin membangun demokrasi yang sehat, partisipatif dan juga kompetitif, serta hal ini bisa dilihat jelas oleh publik, tidak menutup kemungkinan tingkat elektabilitas NasDem akan semakin naik. Konvensi ini harus dijaga dari upaya-upaya yang kurang demokratis.

Permufakatan konvensi akan memiliki makna bagi rakyat Indonesia jika itu dilakukan secara terbuka, dengan menjaring tokoh-tokoh yang populer, dan memiliki tingkat keterpilihan, dan komitmen kebangsaan yang tinggi, untuk Indonesia yang lebih baik.

Mekanisme juga melibatkan berbagai komunitas masyarakat, baik dari kalangan muda maupun tua. Dalam tujuan yang lebih luas dengan digelarnya konvensi tersebut, Indonesia akan mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

Mekanisme ini diharapkan mampu membuka selebar-lebarnya kandidat yang ingin maju sebagai presiden untuk berkompetisi, dengan kandidat-kandidat lainnya. Di satu sisi, mekanisme ini akan membuka peluang banyaknya kandidat yang akan mendaftar. Di lain, sisi bila tidak siap kondisi ini bisa memunculkan permasalahan baru di tubuh partai. Satu kondisi yang patut dihindarkan.

 

Keterterimaan

Tuntutan keterbukaan, menjadi jaminan bagi diterimanya konvensi sebagai cara yang demokratis. NasDem menjaring kader dari dalam dan luar partai sebagai jawabannya. Konvensi akan memberikan peluang munculnya calon-calon terbaik di negeri ini. Pertimbangan untuk menjaring calon benar-benar pada kualitas seorang calon pemimpin bangsa. Proses pencalonan bisa dikuti secara transparan oleh seluruh rakyat calon pemilih.

Mekanisme harus dipastikan menjamin berjalannya prinsip-prinsip demokratis. Cara yang terbuka, jujur, dan berkeadilan menjadi hal yang penting diupayakan. Jangan sampai justru menimbulkan ekses-ekses yang merugikan bagi partai.

Konvensi harus dihindarkan dari kondisi yang bisa menimbulkan faksionalisme internal. Keadaan yang bila terjadi akan membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mengembalikan pada kondisi yang solid menghadapi pemilu. Konvensi bukan memicu pertentangan faksi-faksi baru di internal partai, sebaliknya membangun soliditas partai politik.

Bila sosok yang terpilih ternyata berasal dari luar, yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, dan terbaik melalui proses yang dapat diterima oleh seluruh anggota partai, keterterimaannya akan tinggi.

Semua elemen bisa menerima dengan baik, karena prosesnya benar-benar terukur dan teruji. Semua kader dan simpatisan NasDem dapat menerima dan percaya kepadanya. Persoalan loyalitas, komitmen dan ideologi dapat terjawab dengan baik oleh partai.

Salah satu fungsi partai politik memang menempatkan kader-kadernya duduk dalam pemerintahan. Namun, tentu saja kader terbaiklah yang harus ditawarkan kepada pemilih. Dan, bagi rakyat pemilih kader terbaik adalah yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat yang memilihnya, serta bangsa dan negara.

Baca Juga

MI/Seno

Digitalisasi Perikanan

👤Yonvitner Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IP 🕔Selasa 01 Desember 2020, 02:35 WIB
SILANG sengkarut tata kelola perikanan pada dua era kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan terakhir sebenarnya banyak...
Dok. Istimewa

Berbagi Beban Menahan Laju Resesi

👤Imron Rosyadi Lektor Kepala FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta 🕔Selasa 01 Desember 2020, 02:05 WIB
RESESI ekonomi akibat krisis kesehatan tak...
Dok pribadi

Humanisasi DUHAM

👤Andrey Sujatmoko,  Dosen pada FH Universitas Trisakti dan Sekretaris Pusat Studi Hukum Humaniter dan HAM 🕔Senin 30 November 2020, 21:00 WIB
Tidak dipungkiri bahwa implementasi HAM di setiap negara memiliki kompleksitas yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya