Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAGI tadi saya menjenguk ibu. Usai mengantar anak sekolah, saya mampir dulu beli koran dan sedikit jajanan pasar. Saya pikir berita listrik padam yang lagi trending, baik di jagat maya maupun dunia nyata, menarik buat ibu.
Tapi, dugaan saya keliru. Beliau cuma bilang.."Ah, baru listrik padam sehari orang-orang pada ribut. Coba gimana kalau Tuhan besok-besok gak kasih kita Matahari"? Maksud ibu, kita harus pandai bersyukur dan jangan takabur.
"Dunia tanpa matahari" bukanlah fiksi. Setidaknya itu pernah dirasakan sebagian umat manusia akibat dampak erupsi Tambora pada 1815. Dari literatur yang saya baca, abu dan panas sulfur yang menyembur dari gunung yang terletak di Nusa Tenggara Barat itu berdampak luas, bahkan hingga menutup langit eropa selama berbulan-bulan. Konon, suhu rata-rata global ketika itu anjlok hingga dua derajat celcius. Bencana kelaparan dimana-mana. Ratusan ribu nyawa melayang. Betapa dahsyatnya.
Kemarin, di sebagian tanah Jawa, listrik padam kurang lebih setengah hari. Layanan publik, terutama transportasi seperti kereta api commuter line, MRT, hingga ojek online, lumpuh. Sinyal selular ikutan ambyar. Pendingin ruangan pun modar. Orang-orang di kota besar blingsatan dan sibuk memaki. Begitu mahakuasanya listrik, sampai-sampai orang bergantung padanya.
Lantas, bagaimana kalau listrik padam selamanya? Ini bukan berandai andai seperti cerita di film-film science fiction. Toh energi listrik yang dihasilkan dari sejumlah pembangkit dihasilkan dari sumber lain, seperti air dan batu bara. Seperti halnya minyak bumi, material itu bisa saja habis suatu waktu.
Makanya pengembangan energi alternatif (istilah kerennya energi baru terbarukan) seperti angin, geothermal, dan tenaga surya, mutlak perlu segera dikembangkan. Begitu pun sosialisasi tentang bahayanya krisis energi mesti gencar digaungkan, terutama di kalangan generasi muda. Ini bukan semata tugas Kementerian ESDM, PLN, atau Pertamina, melainkan tugas kita bersama.
Jangan mereka cuma ditakut-takuti tentang alam akhirat, tanpa pernah disadarkan bahaya neraka sesungguhnya di depan mata yang diakibatkan kerusakan alam. Bukankah Tuhan juga mengajarkan kita untuk merawat semesta beserta makhluk ciptaan-NYA?
Ingat, kita juga hidup di wilayah rawan bencana. Negeri kita dikepung gunung api. Di bawah tanah yang kita pijak, lempeng bumi terus bergerak dan sewaktu-waktu bisa memicu gempa dan tsunami. Sejauh mana mitigasinya? Jangan setelah kejadian, semua sibuk saling menyalahkan dan cuma bisa nyiyir di media sosial. (X-12)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
PLN EPI memastikan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pesan tersebut disampaikan Darmawan saat memberikan motivasi kepada mahasiswa Ikatan Kerja Institut Teknologi PLN (ITPLN) di Kampus ITPLN, Jakarta.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Pemerintah pastikan pasokan listrik Sulawesi aman jelang Lebaran 2026. Tersedia cadangan daya 567 MW dan 69 SPKLU untuk kenyamanan mudik Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved