POSISI Jose Mourinho di Chelsea makin terancam. Pelatih asal Portugal tersebut makin terancam dipecat menyusul kekalahan ke-9 tim asuhannya di Liga Primer musim ini.
Saat menghadapi tuan rumah Leicester City di Stadion King Power kemarin dini hari, Chelsea menyerah 1-2. Dua gol penentu kemenangan Leicester dicetak Jamie Vardy menit ke-34 dan Riyad Mahrez (48'). Satu gol penghibur Chelsea dicetak Loic Remy (77').
Kekalahan tersebut membuat Chelsea yang musim lalu menjadi kampiun makin terpuruk. The Blues saat ini berada di posisi 16 dengan poin 15, hanya unggul 1 poin dari Norwich yang menempati zona degradasi.
Hasil buruk musim ini sepertinya membuat Mourinho mulai panik. Mantan pelatih Real Madrid dan FC Porto itu berharap Roman Abramovich, pemilik Chelsea, masih memberi kesempatan kepadanya untuk menukangi Chelsea.
"Saya tetap ingin menjadi manajer Chelsea. Saya sama sekali tidak takut menghadapi tantangan besar. Apa yang terjadi saat ini merupakan tantangan besar. Saya berharap Mr (Roman) Abramovich dan dewan direksi Chelsea tetap mempertahankan saya," jelas pelatih berjuluk Special One itu.
Tentang kekalahan dari Leicester, Mourinho menyebut pemain Chelsea sudah tidak lagi setia kepadanya. Ia merasa kerja kerasnya di Chelsea telah dikhianati. "Jika saya seorang pemain, saya akan memberi lebih dari yang saya miliki. Musim lalu, saya melakukan pekerjaan yang fenomenal dan membawa Chelsea ke level yang tidak mereka kira," katanya.
Tentang peluang Chelsea merebut tiket ke Liga Champions musim depan, Mourinho mengakui peluang itu sudah hilang. Namun, ia yakin Chelsea masih bisa mengakhiri musim ini di peringkat enam besar. "Banyak tim yang juga kehilangan poin. Namun, saat ini Chelsea berada di zona yang membuat saya malu," tegas Mourinho. 40 poin Kemenangan atas Chelsea membuat Leicester makin melambung. Tambahan 3 poin membuat tim besutan Claudio Ranieri itu kini kembali ke puncak klasemen. Dengan poin 35, Leicester menggeser Arsenal ke posisi dua dengan keunggulan 2 poin.
Walau tim besutannya kini menjadi salah satu kandidat juara, Ranieri tidak mau besar kepala. Pelatih asal Italia itu menyatakan sama sekali tidak memikirkan gelar juara. Pria yang pernah menangani Chelsea tersebut menyatakan target utamanya ialah membawa Leicester meraih sedikitnya 40 poin musim ini agar terhindar dari degradasi.
"Biarkan saya meraih 40 poin dan setelah itu baru memikirkan target lainnya. Namun, sebelum meraih 40 poin, saya hanya memikirkan target tersebut," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemainnya untuk tetap fokus meraih 5 poin tambahan untuk memenuhi target. Ranieri menilai empat laga selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi Leicester. "Setelah ini kami akan bertandang ke Everton dan Liverpool serta menjamu Manchester City dan Bournemouth. Mereka ialah tim-tim yang tangguh. Itu akan menjadi empat pertandingan yang sangat berat," tutur Ranieri.
Di sisi lain, kemenangan atas Chelsea menjadi bukti ketajaman Vardy dan Mahrez. Dua pemain andalan lini depan the Foxes itu total telah mencetak 26 gol. Vardy menjadi pencetak gol terbanyak sementara dengan 15 gol.
"Tidak ada yang bisa membeli mereka (Vardy dan Mahrez) pada Januari nanti. Mereka tidak akan dijual," tegas Ranieri. (AP/AFP/R-2)