SEPAK terjang PS TNI yang tidak terkalahkan selama penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman akhirnya terhenti. Semen Padang akhirnya menjadi tim pertama yang menaklukkan Manahati Lestusen dan kawan-kawan. PS TNI yang sebelumnya disebut-sebut sebagai 'kuda hitam' dipaksa takluk 1-2 dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan Solo, kemarin. Seusai pertandingan, pelatih Semen Padang Nil Maizar membuka kelemahan lawan. Menurut Nil, timnya tidak terbawa permainan cepat PS TNI dan memanfaatkan serangan balik cepat.
"Mereka diisi pemain muda. Mereka punya kecepatan. Jadi, kita tidak boleh ikut cara mereka main. Kita harus sabar menghadapi mereka. Dua gol kita hasil peluang serangan balik dan itu cukup efektif," jelas mantan pelatih timnas Indonesia itu. "Ini masalah harga diri, kami pernah bermain di AFC, ISL, dan banyak dari kami pemain timnas. Masak kita kalah dengan PS TNI yg amatir," lanjutnya.
Kabau Sirah unggul dua gol terlebih dulu melalui sundulan kapten Hengki Ardiles pada menit 35 serta penalti James Koko Lomell (74). PS TNI memperkecil ketertinggalan berkat gol Erwin Ramadhani pada menit 76. Pelatih PS TNI Suharto AD pun tidak bisa menutupi kekecewaannya, tapi bukan karena performa timnya, melainkan karena sikap tidak sportif pemain-pemain Semen Padang. Vendry Mofu dkk dinilai mengulur waktu pada menit-menit akhir pertandingan. "Untuk pertandingan ini harus kita akui Semen Padang bermain lebih baik dari kami. Tapi saya harap ke depan tim-tim profesional ini bermain dengan sportif." Kian matang Sementara itu, final dini tersaji dalam laga perdana babak delapan besar Grup E Piala Jenderal Sudirman 2015 hari ini. Persipura Jayapura yang menjadi unggulan utama dalam ajang ini akan ditantang raksasa dari Kota Malang, Arema Cronus. Karena gagal berjaya di Piala Presiden lalu setelah terhenti di babak semifinal atas Sriwijaya FC, skuat Singo Edan memang mengamuk selama penyisihan Grup A. Poin sempurna 12 pun dicatatkan dengan mengandaskan seluruh lawan. Terlebih pasukan didikan Joko Susilo itu juga menyabet status tim paling produktif dengan torehan 11 gol dalam empat pertandingan.
Akan tetapi, Persipura Jayapura bukan tim anak bawang. Meski sempat merendah dengan menyebut tidak akan berbicara banyak dalam Piala Jenderal Sudirman, nyatanya Ian Louis Kabes dkk mampu memuncaki Grup B. Sekretaris tim Persipura Rocky Bebena menyebut timnya kini kian matang dan sempurna. "Secara tim sudah ada perubahan penampilan ketimbang di Bali. Sebelumnya kita tidak ada uji coba sehingga sentuhan tim sempat hilang.
"Sementara itu, pelatih Arema Cronus Joko Susilo tidak memandang sebelah mata kekuatan Persipura meski tanpa Boaz. Menurut Gethuk--sapaan Joko--, Persipura merupakan tim bertipikal kolektif sehingga tidak bergantung pada satu pemain saja. "Persipura tentu tim yang kuat. Mereka solid karena materi pemainnya tidak banyak berubah," tutur Joko, kemarin. Sementara itu, Surabaya United tak ingin terhenti di babak delapan -lapan besar Grup E, Surabaya United menargetkan dua kemenangan. (AU/AT/R-3)