Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Liverpool Harus Tetap Membumi

MI/SATRIA SAKTI UTAMA
06/12/2015 00:00
Liverpool Harus Tetap Membumi
(AP/MATT DUNHAM)
PERFORMA Liverpool terus membaik sejak ditangani Juergen Klopp. Juru taktik asal Jerman itu boleh dibilang sukses menjadikan the Reds sebagai tim yang kembali disegani.

Tercatat, Martin Skrtel dkk hanya menelan sekali kekalahan dalam 11 pertandingan dan mengukir kemenangan beruntun dalam empat laga terakhir. Tim-tim kuat seperti Manchester City, Chelsea, dan Southampton bahkan sudah merasakan keganasan 'si Merah'.

Akan tetapi, catatan apik itu tidak sepenuhnya membuat mantan arsitek Borussia Dortmund tersebut tenang saat menghadapi Newcastle United di St James Park, malam ini. Klopp memperingatkan anak didiknya untuk tidak lalai meski the Magpies kini terperosok di zona degradasi.

"Kepercayaan diri itu bak bunga kecil. Jika kamu memilikinya tapi seseorang menendangnya dalam permainan, itu tidak berarti apaapa. Saya tidak masalah dengan kepercayaan diri berlebih, sejujurnya saya ingin itu selalu berbuah kemenangan. Namun, itu tidak selalu bekerja," tutur Klopp.

Liverpool dipastikan tanpa gelandang energik Philippe Coutinho yang masih cedera hamstring. Namun, sokongan lini tengah tidak akan menjadi masalah berarti setelah kapten tim Jordan Henderson telah sepenuhnya sembuh dari cedera patah kaki.

Meskipun demikian, Klopp sangat berhati-hati untuk memberikan porsi bermain penuh kepada Henderson. "Ini merupakan contoh yang baik untuk menjelaskan bagaimana pemain harus ditangani berbeda. Hendo ialah seorang pekerja dan dia harus benar-benar fit untuk bermain. Untuknya lebih baik apa yang kami lakukan dalam dua pertandingan terakhir.

" Lini serang Liverpool sangat mungkin akan kembali dipercayakan kepada Roberto Firmino dan Christian Benteke. Sebelumnya, kedua pemain andalan Klopp itu diistirahatkan saat membungkam Southampton 6-1 di ajang Piala Liga tengah pekan lalu.

Di sisi lain, pelatih Newcastle United Steve McClaren terus membela anak asuhnya dari cibiran para pendukung sendiri. Menurut dia, hasil buruk mereka bukan semata disebabkan kesalahan pemain.

"Ini seperti terlihat kami tidak pernah mencoba, tapi mereka melakukan itu dan kami menyaksikannya. Kami terus mencoba membangun tim ini setiap minggu dan saya melihat itu dalam latihan. Yang perlu kami lakukan ialah mengirim kepercayaan diri bahwa kita bisa," kata dia.

Ajukan banding
Dari Spanyol, Keteledoran Real Madrid memainkan Denis Cheryshev yang masih terkena skorsing akhirnya berbuah hukuman dari federasi sepak bola Spanyol (RFEF). El Real diputus bersalah dan didepak dari ajang Copa del Rey serta didenda 6 ribu euro (Rp90 juta).

Namun, manajemen Madrid menegaskan tidak bersalah. Mereka pun berencana akan segera mengajukan permohonan banding.

"Real Madrid dapat memverifi kasi pernyataan bahwa federasi sepak bola Spanyol tidak secara personal memberitahukan Cheryshev atas hukumannya. Kami akan bertahan dengan argumen kami dan akan mengambil langkah tepat untuk memastikan bahwa keputusan akhir akan menguntungkan klub," tegas Madrid.

Sementara itu, pelatih Real Madrid Rafael Benitez tidak ingin berkomentar banyak soal hukuman untuk timnya. Ia juga tidak mau menanggapi berbagai komentar miring untuk timnya. (AP/AFP/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya