Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Jessica Pegula untuk mempertahankan gelar di turnamen WTA 500 Charleston Open terus berlanjut. Unggulan teratas asal Amerika Serikat tersebut kembali harus berjuang ekstra keras melewati drama tiga set pada babak ketiga, Jumat (3/4) WIB, demi mengamankan tiket ke perempat final.
Hanya berselang 24 jam setelah memenangi duel maraton selama 3 jam 10 menit melawan Yulia Putintseva, Pegula kembali diuji secara fisik dan mental. Ia dipaksa bangkit dari ketertinggalan 4-1 di set penentu sebelum akhirnya menundukkan Elisabetta Cocciaretto dengan skor 1-6, 6-1, 7-6(1) dalam durasi 2 jam 5 menit.
Usai pertandingan, Pegula mengakui bahwa menghadapi Cocciaretto bukanlah perkara mudah, terutama mengingat rekam jejak pertemuan mereka sebelumnya.
"Itu sebuah tantangan, dia bermain sangat bagus," kata Pegula sebagaimana dikutip dari laman resmi WTA. "Dia mengalahkan saya terakhir kali kami bermain, jadi ada sedikit faktor mental juga, tetapi pada akhirnya saya mampu melakukan servis dengan sangat baik. Dan kemudian saya hanya menjaga ketenangan saya."
Pegula menambahkan bahwa keberhasilannya membalikkan keadaan tak lepas dari pola permainan yang ia temukan di poin-poin kritis. "Saya menemukan beberapa pola yang bagus, saya memukul backhand saya dengan cukup baik. Pukulan backhand saya menyusuri garis, saya rasa saya berhasil melakukan beberapa pukulan besar di akhir yang menyelamatkan saya," ujarnya.
Pada set ketiga, Cocciaretto sebenarnya sempat menunjukkan performa terbaiknya dengan menahan break point krusial untuk memimpin 6-5. Namun, Pegula merespons dengan memenangi gim servisnya tanpa kehilangan satu poin pun (love game) untuk memaksakan tie-break.
Di fase tie-break, ketenangan Pegula menjadi pembeda. Sebaliknya, level permainan Cocciaretto mulai berfluktuasi dan ia melakukan banyak kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan.
"Saya hanya perlu fokus untuk menemukan temperamen itu, menemukan pola pikir pemecahan masalah," tutur Pegula mengenai strateginya saat berada di bawah tekanan.
Di babak perempat final, Jessica Pegula akan berhadapan dengan unggulan ketujuh, Diana Shnaider. Petenis muda tersebut melaju setelah mengandaskan perlawanan unggulan kesembilan, Leylah Fernandez, dengan skor telak 6-3, 6-0 dalam waktu 1 jam 25 menit.
Meskipun skor terlihat mencolok, laga Shnaider vs Fernandez sejatinya berlangsung ketat dengan hampir seluruh gim di set kedua mencapai skor minimal 30-30.
Menatap laga mendatang, Pegula memiliki modal kepercayaan diri tinggi. Ia saat ini unggul 2-0 dalam rekor pertemuan (head-to-head) melawan Shnaider, setelah sebelumnya meraih kemenangan di semifinal Toronto 2024 dan babak keempat US Open.
Petenis putri Indonesia Janice Tjen akan tampil sebagai unggulan keenam di Merida Open 2026, menghadapi Camila Osorio dari Kolombia.
Tren positif Janice yang dimulai sejak Australia Terbuka kembali terlihat dalam laga berdurasi panjang tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved