Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Prime Kumite Championship 3 Hadirkan 13 Laga Sengit Para Petarung Profesional

Khoerun Nadif Rahmat
31/1/2026 05:55
Prime Kumite Championship 3 Hadirkan 13 Laga Sengit Para Petarung Profesional
26 petarung (warrior) siap menggebrak panggung Prime Kumite Championship 3 yang akan digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.(Dok istimewa )

SEBANYAK 26 petarung (warrior) siap menggebrak panggung Prime Kumite Championship 3 yang akan digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (1/2). Kejuaraan ini menjanjikan pertarungan tingkat tinggi dengan mempertemukan para atlet profesional dari berbagai latar belakang beladiri.

CEO Prime Kumite Championship, Umar Hasan, mengungkapkan bahwa ajang kali ini akan menyajikan 13 partai pertandingan. Salah satu yang paling dinantikan adalah duel antara Deni Arif melawan Alan Lolo sebagai main event. Selain itu, persaingan sengit juga akan tersaji saat Deni Daffa berhadapan dengan Pahala Sitanggang.

"Ada pula Vincent Madjid yang menantang pemegang sabuk Open Weight Harianja Pukmes, serta laga antara Rama Supandi melawan Adiputra," ujar Umar saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/1).

Pada posisi co-main event, terjadi perubahan susunan pemain. Randi Fabian masuk menggantikan Aziz Calim yang terpaksa batal berlaga karena faktor kesehatan. Randi dijadwalkan akan bertarung melawan Eko Roni.

Meskipun berakar dari karate profesional, Prime Kumite Championship kini bertransformasi menjadi wadah yang lebih inklusif. Umar menegaskan bahwa keterbukaan terhadap disiplin beladiri lain menjadi kunci pengembangan industri olahraga tarung di Tanah Air.

"Jika kita membatasi diri hanya pada karate, maka kita tidak bisa mengembangkan combat sport seutuhnya," imbuhnya.

Ia juga memastikan bahwa ajang ini murni diperuntukkan bagi atlet profesional. Para petarung yang terlibat merupakan jebolan juara SEA Games, PON, hingga mereka yang berkarier di promotor internasional seperti Brave FC dan One Championship. Ada pula representasi dari personel TNI dan Polri.

"Seluruhnya atlet profesional. Tidak ada influencer maupun artis di event ini," tegas Umar.

Ajang ini berada di bawah pengawasan ketat Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI). Perwakilan KOBI, Wiwid Sanshou, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap semua jenis olahraga tarung selama mematuhi standar regulasi yang ada.

"KOBI mendukung semua combat sport di Tanah Air dengan standar perangkat pertandingan yang kami regulasi. Kami berharap pertandingan berjalan aman dan para petarung bisa memberikan performa spektakuler di awal tahun 2026 ini," tutur Wiwid. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya