Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Sungguh luar biasa perjuangan atlet para renang Indonesia, Jendi Panggabean Akmal (34), di ajang ASEAN Para Games ke-13 Thailand. Kegigihan dan kesiapannya sejak dari tanah air membuat atlet asal Muara Enim ini mampu menjaga konsistensi dan menyumbangkan 7 medali emas bagi kontingen Indonesia.
Ia menjadi penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Merah Putih. Dari nomor individu, Jendi meraih 5 emas di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, dan 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9.
Selain itu, ia juga berhasil meraih emas dari sektor beregu pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 dan estafet 4x100 meter gaya campuran S1-S10.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan konsistensi Jendi di level Asia Tenggara, tetapi juga melampaui prestasinya di edisi sebelumnya. Di ASEAN Para Games 2017 Malaysia, ia meraih lima emas. Jumlah yang sama dicapai Jendi pada edisi 2022 di Solo, dan saat APG Kamboja 2023, ia sukses meraih enam emas plus satu perunggu.
“Saya merasa senang sekaligus bangga karena target pribadi sudah tercapai. Dari awal, saya memang berharap bisa menyapu bersih medali emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan capaian di ASEAN Para Games 2025 ini,” kata Jendi saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Jendi mengakui bahwa peta persaingan di klasifikasi S9 semakin ketat karena muncul banyak atlet potensial dari negara tetangga. Bahkan, beberapa atlet muda Indonesia kini mulai mendekati catatan waktunya.
Atlet kelahiran Sumatera Selatan itu mengungkapkan kunci konsistensinya: selain kedisiplinan dan asupan nutrisi, dukungan keluarga menjadi faktor penting.
“Kunci menjaga konsistensi adalah kedisiplinan. Sebagai atlet pelatnas, saya memiliki tanggung jawab untuk memenuhi target. Bagi saya, kedisiplinan nomor satu. Setiap asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Dukungan keluarga juga sangat penting,” tutur Jendi.
Di edisi ASEAN Para Games ke-13 ini, untuk pertama kalinya Jendi mendapatkan dukungan langsung dari keluarga kecilnya. Istrinya, Hana Resti, yang juga atlet para tenis meja, hadir langsung di Thailand.
“Peran keluarga sangat tak ternilai. Apalagi anak dan istri hadir langsung di Thailand. Ini momen luar biasa, pertama kalinya mereka menemani saya berjuang di ajang internasional,” ujar Jendi, kelahiran 10 Juni 1991.
Secara khusus, Jendi mempersembahkan pencapaian ini untuk menghargai pengorbanan istrinya. Setelah mengukir prestasi di ASEAN Para Games 2023, Hana tak bisa berlaga di Thailand karena harus mengasuh putra mereka yang belum genap satu tahun.
“Di Kamboja dia meraih tiga emas dan satu perak. Tapi di APG Thailand ini dia tidak ikut karena harus mengurus anak. Menurut saya, pengorbanannya justru lebih besar dari saya. Medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” tambahnya.
Hana Resti mengaku bangga dengan keberhasilan suaminya. Menurut atlet kelahiran 21 Oktober 1994 itu, perjuangan Jendi yang berlatih maksimal akhirnya terbayar dengan prestasi yang mengharumkan bangsa.
“Dia sampai harus meninggalkan anak sejak pagi sebelum bangun hingga malam hari. Jarang sekali bisa bermain dengan anak. Bagi saya, ini prestasi yang hebat,” kata Hana.
Perempuan berusia 31 tahun itu juga mengungkapkan sosok Jendi saat di rumah. Di tengah rutinitas sebagai atlet, Jendi tetap hadir sebagai suami dan ayah yang sigap.
“Mungkin orang tidak percaya kalau dia berbeda di rumah. Jendi setiap pulang latihan sore selalu menyempatkan diri bertemu Naka. Dia membantu memandikan, menggantikan popok, hingga membacakan dongeng sebelum tidur,” ucap Hana.
Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta, memuji konsistensi Jendi yang tetap kompetitif meski usia 34 tahun.
“Catatan tujuh medali emas ini patut disyukuri. Pertambahan usia tidak mengubah semangatnya menjadi yang terbaik,” kata Agni.
Menurut Agni, kesuksesan Jendi didorong oleh kedisiplinan tinggi di dalam maupun luar kolam, serta dukungan fasilitas dari Kemenpora dan NPC Indonesia. Ia berharap para perenang muda menjadikan Jendi sebagai panutan agar proses regenerasi terus berjalan.
“Ada banyak atlet potensial yang bisa melanjutkan jejaknya. Saya ingin berpesan agar Jendi selalu menjaga semangatnya dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” tutup Agni Herarta. (WJ/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved