Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH impresif terus ditunjukkan pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di ajang Indonesia Masters 2026.
Melalui pertarungan sengit tiga gim di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (22/1), pasangan yang akrab disapa SabRez ini sukses menyingkirkan wakil Malaysia, Nur Moh Azriyn Ayub/Tan Wee Klong, untuk mengamankan tempat di babak perempat final.
Kemenangan ini diraih dengan perjuangan ekstra keras. Sempat kehilangan gim pertama akibat penurunan fokus di poin-poin kritis, Sabar/Reza berhasil bangkit dan memegang kendali pada dua gim berikutnya. Mereka akhirnya menutup laga dengan skor akhir 19-21, 21-16, dan 21-17.
Reza mengakui bahwa kesalahan pada gim pembuka murni karena faktor kewaspadaan yang mengendur. Namun, evaluasi cepat di lapangan membuat mereka tampil lebih berani pada gim kedua dan ketiga.
“Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan tadi. Di gim pertama kami sempat terlalu menunggu dan di poin-poin akhir fokus kami menurun, di gim kedua dan ketiga kami bisa memperbaiki situasi, lebih berani mengambil inisiatif,” ujar Reza.
Senada dengan rekannya, Sabar menyebutkan bahwa lawan sempat berhasil mendikte tempo permainan. Ia menekankan pentingnya menjaga kerapihan bermain untuk meredam kecepatan pasangan Malaysia tersebut.
“Lawan mencoba mempercepat tempo permainan dan kami belum siap. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba bermain lebih fokus dan lebih rapi,” tutur Sabar.
Kemenangan ini terasa kian heroik mengingat kondisi fisik Sabar yang sedang tidak bugar. Di tengah panasnya tensi pertandingan gim ketiga, Sabar sempat mengalami mimisan dan pusing.
Ia mensinyalir kelelahan akibat jadwal turnamen yang padat serta perubahan cuaca ekstrem dari India ke Indonesia menjadi pemicu menurunnya kondisi tubuh.
Meski demikian, peraih emas SEA Games 2025 ini enggan menjadikan masalah kesehatan sebagai dalih. Baginya, kemampuan adaptasi adalah bagian dari profesionalisme atlet di lapangan. Kini, fokus utama mereka adalah memulihkan stamina demi menghadapi tantangan di babak delapan besar.
“Kondisi saya pribadi memang sedang kurang fit, kepala terasa pening dan tadi juga sempat mimisan... Perubahan cuacanya luar biasa... (Tapi) itu juga dirasakan oleh semua pemain, jadi tidak bisa dijadikan alasan,” pungkas Sabar. (Ndf/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved