Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Di balik gemuruh tepuk tangan di Istora Senayan dan deretan medali emas yang menghiasi lemari pialanya, perjalanan Jonatan Christie tidak dimulai dari fasilitas mewah Pelatnas Cipayung. Jauh sebelum ia dikenal sebagai "Jojo", pahlawan emas Asian Games 2018 dan jawara All England 2024, ada satu sosok yang menjadi fondasi utama kariernya. Sosok tersebut bukanlah pelatih profesional bertangan dingin dari sebuah klub besar, melainkan ayahnya sendiri, Andreas Adi Siswa.
Memahami siapa pelatih pertama Jonatan Christie adalah kunci untuk mengerti mengapa ia memiliki ketahanan fisik dan disiplin yang begitu luar biasa di lapangan. Andreas Adi Siswa bukan sekadar orang tua; ia adalah arsitek yang merancang rutinitas, mentalitas, dan visi Jonatan sejak usia dini.
Banyak pengamat bulu tangkis sepakat bahwa disiplin adalah ciri khas permainan Jonatan. Hal ini berakar dari didikan Andreas. Sejak Jonatan masih duduk di bangku sekolah dasar, Andreas telah menerapkan jadwal latihan yang sangat ketat. Sebelum berangkat sekolah, Jonatan kecil sudah harus bangun pagi untuk melakukan latihan fisik, mulai dari lari hingga penguatan otot dasar.
Andreas tidak hanya melatih teknik dasar, tetapi juga menanamkan filosofi bahwa menjadi atlet adalah sebuah pengorbanan. Ia rela meninggalkan pekerjaannya demi fokus mengawasi tumbuh kembang Jonatan di dunia tepok bulu. Inilah yang menjadi pembeda besar antara Jonatan dengan pemain seangkatannya; ia memiliki "pelatih pribadi" yang stand-by 24 jam untuk mengevaluasi setiap langkahnya.
Setelah mendapatkan dasar yang kuat dari sang ayah, Jonatan kemudian diarahkan untuk bergabung dengan klub bulu tangkis legendaris, PB Tangkas. Di klub inilah bakat mentahnya mulai dipoles oleh pelatih-pelatih klub yang berpengalaman. PB Tangkas dikenal sebagai pabrik juara yang melahirkan nama-nama besar seperti Ricky Subagja dan Rexy Mainaky.
Di bawah pengawasan pelatih klub, teknik pukulan Jonatan mulai bervariasi. Namun, Andreas tetap tidak melepas pengawasannya. Ia sering terlihat di pinggir lapangan, mencatat kekurangan putranya, dan mendiskusikannya saat tiba di rumah. Sinergi antara didikan keras ayah dan sistem pelatihan klub profesional inilah yang membuat Jonatan melesat lebih cepat dibandingkan rekan-rekan seusianya.
Memasuki level senior di Pelatnas, Jonatan bertemu dengan sosok Hendry Saputra. Jika Andreas adalah peletak batu pertama, Hendry adalah orang yang membangun gedung tinggi di atasnya. Hendry dikenal dengan porsi latihan fisiknya yang sangat berat, yang kemudian membuat Jonatan memiliki daya tahan luar biasa dalam pertandingan reli panjang.
Pasca era Hendry, Jonatan berada di bawah asuhan Coach Irwansyah. Di fase ini, kita melihat perubahan gaya main Jonatan yang lebih taktis dan tenang. Coach Irwansyah berhasil menyentuh sisi psikologis Jonatan, membantunya mengatasi tekanan mental yang sering menghantuinya di partai-partai krusial. Hasilnya nyata: gelar juara All England 2024 dan Badminton Asia Championships (BAC) 2024 diraih dengan performa yang sangat stabil.
Berbeda dengan narasi di media lain yang hanya fokus pada hasil pertandingan, poin krusial yang perlu dicatat adalah bagaimana Jonatan tetap mempertahankan "Menu Latihan Andreas" bahkan setelah ia menjadi pemain top dunia. Hingga memasuki tahun 2026, di mana Jonatan kini berstatus sebagai pemain independen dan seorang ayah, nilai-nilai disiplin yang ditanamkan pelatih pertamanya tetap menjadi kompas utama dalam menjaga performanya di usia yang tidak lagi muda.
Pelatih pertama sekaligus mentor paling berpengaruh bagi Jonatan Christie adalah ayahnya sendiri, Andreas Adi Siswa.
Jonatan Christie mengasah bakatnya secara profesional di PB Tangkas, Jakarta.
Coach Irwansyah berperan besar dalam meningkatkan ketenangan mental dan variasi taktik Jonatan, yang berujung pada gelar bergengsi seperti All England 2024.
Karena ia menerapkan standar disiplin tinggi, termasuk latihan fisik tambahan di luar jadwal sekolah dan klub sejak Jonatan masih sangat kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved