Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Misi Keluar Zona Merah, Persijap Jepara Duetkan Divaldo Alves dan Mario Lemos

Akhmad Safuan
20/12/2025 10:28
Misi Keluar Zona Merah, Persijap Jepara Duetkan Divaldo Alves dan Mario Lemos
.(MI/Akhmad Safuan)

Persijap Jepara melakukan perombakan manajemen teknis secara besar-besaran demi menyelamatkan tim dari jurang degradasi Liga 1 Superleague 2025/2026. Menjelang laga krusial melawan PSIM Yogyakarta pada Selasa (23/12), tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini memutuskan untuk memanggil kembali para mantan pelatih mereka ke "Bumi Kartini".

Langkah mengejutkan ini diambil setelah Persijap terpuruk di urutan ke-16 klasemen sementara dengan hanya mengantongi 8 poin, akibat rentetan hasil buruk tujuh kekalahan beruntun.

Manajemen Persijap secara resmi menunjuk Divaldo Da Silva Teixeira Alves sebagai pelatih kepala. Divaldo bukanlah sosok asing bagi publik Jepara; pelatih asal Portugal ini pernah menahkodai Laskar Kalinyamat 15 tahun silam. Pengalamannya yang luas, termasuk saat menukangi PSBS Biak, diharapkan mampu membangkitkan mentalitas bertanding tim.

Uniknya, Persijap juga menarik kembali Mario Lemos ke dalam jajaran staf. Meski baru saja dicopot dari kursi pelatih kepala akibat performa buruk tim, Lemos kini diberikan tanggung jawab baru sebagai Direktur Teknik. Duet dua pelatih asal Portugal ini diharapkan menjadi formula jitu untuk mengerek posisi tim.

“Coach Divaldo tahu betul bagaimana karakter Persijap dan atmosfer kompetisi di Indonesia. Pengalaman masa lalunya di tim ini menjadi nilai tambah yang sangat kami butuhkan saat ini,” ujar Mario Lemos mengenai koleganya tersebut, Sabtu (20/12).

Kembalinya Divaldo Alves disambut antusias oleh para suporter. Divaldo mengaku merasa pulang ke rumah dan optimistis bisa membawa perubahan positif bagi semangat juang para pemain.

“Kehadiran saya di sini bukan hal baru. Saya pernah berada di sini 15 tahun lalu dan saya tahu betul dukungan suporter Persijap sangat luar biasa. Saya ingin membawa tim ini melangkah lebih baik dengan semangat baru,” tegas Divaldo.

Tantangan pertama Divaldo adalah meramu strategi untuk meredam kekuatan PSIM Yogyakarta dalam waktu yang sangat singkat. Manajemen berharap atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini kembali angker bagi tim tamu dan menjadi titik balik kebangkitan Persijap untuk segera keluar dari zona merah. (AS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik